Sloka 0.2: Kepribadian Tuhan Yang Mahaesa adalah sempurna dan lengkap, dan oleh karena Beliau adalah sempurna dengan sepenuhnya, segala sesuatu yang berasal dari Beliau, seperti misalnya dunia ini yang dapat dilihat, dilengkapi secara sempurna sebagai kesatuan-kesatuan yang lengkap. Apapun yang dihasilkan dari keseluruhan yang lengkap juga lengkap dengan sendirinya. Oleh karena Tuhan adalah keseluruhan yang lengkap, walaupun banyak kesatuan yang lengkap yang berasal dari Beliau, Beliau tetap sebagai keseimbangan yang lengkap.
Sloka 1: Tuhan Yang Mahaesa memiliki dan mengendalikan seÂgala sesuatu yang ada di dalam alam semesta, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Karena itu, hendaknya seseorang hanya menerima benda-benda yang dibutuhkan untuk dirinya dan telah disediakan sebagai jatahnya, dan sebaiknya jangan menerima benda-benda yang lain, dengan benar-benar mengetahui siapa yang memiliki benda-benda itu.Â
Sloka 2: Seseorang dapat bercita-cita hidup selama beratus-ratus tahun kalau dia terus bekerja dengan cara itu, sebab pekerÂjaan seperti itu tidak akan mengikat dirinya dengan hukum karma. Selain bekerja dengan cara ini, tiada pilihan yang lain bagi manusia.
Sloka 3: Siapapun yang menjadi pembunuh roh harus masuk planet-planet yang disebut dunia orang  yang  tidak, beriman, penuh kegelapan dan kebodohan.
Sloka 4: Walaupun Kepribadian Tuhan Yang Mahaesa tetap di tempat tinggal-Nya, namun Beliau lebih cepat daripada Pikiran  dan dapat mengungguli semua kepribadian yang lain yang berlari. Para dewa yang perkasa tidak dapat mendekati Beliau. Walaupun Beliau menetap di satu temÂpat, Beliau mengendalikan mereka yang menyediakan angin dan hujan. Kemuliaan Beliau melebihi semua.
Sloka 5: Tuhan Yang Mahaesa berjalan kaki dan tidak berjalan kaki. Beliau jauh dari kita, tetapi Beliau juga dekat sekali. Beliau berada di dalam segala sesuatu, namun Beliau di luar segala sesuatu.
Sloka 6: Orang yang melihat segala sesuatu berhubungan dengan Tuhan Yang Mahaesa, dan melihat segala makhluk hidup sebagai bagian-bagian dari Tuhan yang mempunyai sifat yang sama seperti Tuhan, dan melihat Tuhan yang MahaÂesa di dalam segala sesuatu, ia tidak pernah merasa benci pada sesuatu atau kepada makhluk manapun.
Sloka 7: Orang yang selalu melihat semua makhluk hidup seÂbagai bunga, api rohani, dalam persatuan sifat dengan Tuhan, dia benar-benar mengetahui tentang pelbagai hal. Dengan demikian apakah yang dapat menjadi khayalan atau kecemasan bagi orang itu?
Sloka 8: Orang seperti itu harus mengetahui dengan sebenarnya tentang Kepribadian Yang Mahabesar, yang tidak ditutupi oleh badan, Yang Mahatahu, tidak dapat disalahkan, tidak mempunyai urat, suci dan tidak dipengaruhi oleh hal-hal duniawi, Ahli filsafat yang melengkapi kebutuhan Sendiri dan memenuhi keinginan semua orang sejak masa lampau.
Sloka 9: Orang yang menjadi sibuk dalam mengembangkan kegiatan yang bersifat kebodohan akan masuk daerah kebodohan yang paling gelap. Lebih buruk lagi mereka yang sibuk dalam mengembangkan sesuatu yang hanya namanya saja pengetahuan.
Sloka* 10: Orang-orang bijaksana telah menjelaskan bahwa seÂsuatu hasil diperoleh dari perkembangan pengetahuan dan hasil yang lain diperoleh dari perkembangan sesuatu yang bukan pengetahuan.
Sloka 11: Hanya orang yang dapat menguasai cara hal-hal yang bukan pengetahuan berdampingan dengan cara pengeÂtahuan rohani dapat mengatasi pengaruh kelahiran dan kematian yang terjadi berulang kali dan menikmati berkah yang sepenuhnya, yaitu pembebasan dari kematian.
Sloka 12: Orang yang menyembah dewa-dewa masuk daerah keÂbodohan yang paling gelap, lebih-lebih lagi orang yang  menyembah kepada Sang Mutlak yang tidak berbentuk pribadi.
Sloka 13: Dikatakan bahwa, sesuatu hasil diperoleh dengan bersembahyang kepada Sebab Utama dari segala sebab, dan hasil yang lain diperoleh dengan menyembah sesuatu selain Tuhan Yang Mahaesa. Segala hal tersebut didengar dari orang-orang yang dapat dipercayai dan tidak tergoyahkan yang telah menguraikan tentang hal-hal itu  dengan jelas.
Sloka 14: Hendaknya seseorang mengetahui dengan sempurna tentang Kepribadian Tuhan Yang Mahaesa dan nama rohaniNya, beserta ciptaan dunia fana dengan dewa-dewa, manusia dan binatangnya yang bersifat sementara. Apabila seseorang mengetahui tentang hal-hal tersebut, maka dia mengatasi kematian dan manifestasi alam semesta lahiriah, dan menikmati kehidupan yang kekal dengan kebahagiaan dan pengetahuan di kerajaan Tuhan yang abadi.
Sloka 15: O Tuhan yang memelihara segala sesuatu yang hidup, wajahMu yang sejati ditutupi oleh cahayaMu yang menyilaukan. Mohon kiranya Anda membuka penutup itu dan memperlihatkan DiriMu kepada penyembahMu yang murni.
Sloka 16: O Tuhan, O sang ahli filsafat yang pertama, pemelihara alam semesta, O sang prinsip yang mengatur, tujuan para penyembah yang murni, teman yang baik bagi para leluhur manusia — mohon kiranya Anda menghilangkan cahaya dari sinar-sinar rohaniMu supaya hamba dapat melihat bentukMu yang berbahagia. Anda adalah Kepribadian Tuhan Yang Mahaesa yang kekal, yang mempunyai sifat seperti matahari, dan hamba pun mempunyai sifat seperti itu.
Sloka 17: Biarlah badan yang sementara ini dibakar hingga menÂjadi abu, dan biarlah angin kehidupan menunggal dengan keseluruhan angin. O Tuhan, sekarang haraplah ingat segala korban suci yang telah hamba haturkan, dan oleh karena pada hakekatnya Andalah yang menerima segala-galanya, haraplah ingat segala sesuatu yang telah hamba lakukan untuk Anda.
Sloka 18: O Tuhan yang perkasa bagaikan api, Tuhan Yang Mahakuasa, sekarang hamba mengucapkan sembah sujud kepadaMu dan bersujud pada kaki padmaMu. O Tuhan, mohon membimbing diriku dalam menempuh jalan yang benar untuk mencapai kepadaMu, dan oleh karena Anda mengetahui segala sesuatu yang telab kulakukan pada masa lampau, mohon membebaskan diriku dari reaksi-reaksi dosa yang telah kulakukan masa lampau supaya tidak ada gangguan yang menghambat kemajuanku.