lobhahÌ£ pravrÌ£ttir ÄrambhahÌ£
karmanÌ£Äm aÅ›amahÌ£ sprÌ£hÄ
rÄjÄ sy etÄni jÄyante
vivrÌ£ddhe BhÄrata rsÌ£abha
lobhÄḥ—loba; pravrÌ£ttiḥ—kegiatan; Ärambhaḥ—usaha; karmanÌ£Äm—di dalam kegiatan; aÅ›amaḥ—tidak dapat dikendalikan; sprÌ£hÄ—keinginan; rÄjÄsi—dari sifat nafsu; etÄni—semua ini; jÄyante—berkembang; vivrÌ£ddhe—bila ada kelebihan; bhÄrata-rÌ£sÌ£abha—wahai yang paling utama di antara para putera keturunan BhÄrata.
Orang di bawah pengaruh sifat nafsu tidak pernah puas dalam kedudukan yang sudah dicapainya. Ia berhasrat menaikkan kedudukannya. Kalau dia ingin mendirikan rumah tempat tinggal, dia berusaha sekuat tenaga untuk memiliki rumah seperti istana, seolah-olah dia dapat tinggal di dalam rumah itu untuk selamanya. Dia mengembangkan hasrat yang besar sekali untuk kepuasan indera-indera. Kepuasan indera-indera tidak ada habisnya. Dia selalu ingin tetap tinggal bersama keluarganya di rumahnya dan melanjutkan proses kepuasan indera-indera. Semua hal tersebut tidak ada habisnya. Harus dimengerti bahwa semua tanda-tanda tersebut adalah ciri sifat nafsu.