aprakÄÅ›o 'pravrÌ£ttiÅ› ca
pramÄdo moha eva ca
tamasy etÄni jÄyante
vivṛddhe kuru-nandana
aprakÄÅ›aḥ—kegelapan; apravrÌ£ttiḥ—tidak melakukan kegiatan; ca—dan; pramÄdaḥ—kegilaan; mohaḥ—khayalan; evÄ—pasti; ca—juga; tamasi—sifat kebodohan; etÄni—ini; jÄyante—diwujudkan; vivrÌ£ddhe—dikembangkan; kuru-nandana—wahai putera Kuru.
Bila tidak ada penerangan, tidak ada pengetahuan. Orang dalam sifat kebodohan tidak bekerja menurut prinsip yang mengatur; dia ingin bertindak seenaknya, tanpa tujuan tertentu. Walaupun ia sanggup bekerja, ia tidak berusaha. Inilah yang disebut khayalan. Walaupun kesadaran berjalan terus, kehidupan tidak ada kegiatannya. Inilah ciri-ciri orang yang berada dalam sifat kebodohan.