yamÌ yamÌ vÄpi smaran bhÄvamÌ
tyajaty ante kalevaram
tamÌ tam evaiti kaunteya
sadÄ tad-bhÄva-bhÄvitahÌ£
yam yam—apapun; vÄ api—sama sekali; smaran—ingat; bhÄvam—sifat; tyajati—meninggalkan; ante—pada akhir; kalevaram—badan ini; tam tam—seperti itu juga; evÄ—pasti; eti—mendapat; kaunteya—wahai putera Kuntī ; sadÄ—selalu; tat—itu; bhava—keadaan hidup; bhÄvitaḥ—ingat.
Proses mengubah sifat orang pada saat kematian yang sangat menentukan dijelaskan di sini. Orang yang meninggalkan badannya pada akhir riwayatnya sambil berpikir tentang Krishna akan mencapai alam rohani Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tidak benar bahwa orang yang memikirkan sesuatu selain Krishna akan mencapai keadaan rohani yang sama. Hendaknya kita memperhatikan kenyataan ini dengan seksama sekali. Bagaimana cara seseorang dapat meninggal dunia dengan keadaan pikiran yang benar? Walaupun Maharājā Bhārata adalah kepribadian yang mulia, beliau memikirkan seekor rusa pada akhir riwayatnya, dan sebagai akibatnya dalam penjelmaan berikutnya ia diubah sehingga memiliki badan seekor rusa. Setelah menjadi rusa, dia tetap mengenang kegiatannya pada masa lampau, namun dia terpaksa menerima badan sebagai binatang seperti itu. Tentu saja pikiran seseorang selama kehidupannya, menumpuk untuk mempengaruhi pikirannya pada saat ia meninggal. Jadi, kehidupan ini menciptakan penjelmaan yang akan datang. Kalau dalam kehidupan sekarang seseorang hidup dalam sifat kebaikan dan selalu berpikir tentang Krishna, dimungkinkan ia dapat ingat kepada Krishna pada akhir riwayatnya. Kalau ia ingat kepada Krishna pada akhir riwayatnya, itu akan membantu Diri-Nya untuk dipindahkan ke alam rohani Krishna. Kalau seseorang khusuk berpikir secara rohani dalam pengabdian kepada Krishna, maka badan berikutnya akan bersifat rohani (spiritual), bukan material. Karena itu, cara mengucapkan mantra Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare / Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare adalah cara terbaik untuk mencapai sukses dalam mengubah keadaan hidup pada akhir riwayat.