yatra kāle tv anāvṛttim
āvṛttiḿ caiva yoginaḥ
prayātā yānti taḿ kālaḿ
vakṣyāmi Bhārata rṣabha
yātrā—pada itu; kāle—waktu; tu—dan; anāvṛttim—tidak kembali; āvṛttim—kembali; ca—juga; evā—pasti; yoginaḥ—berbagai jenis ahli kebatinan; prayātāḥ—sesudah meninggal; yānti—mencapai; tam—itu; kālam—waktu; vakṣyāmi—Aku akan menguraikan; bhārata-ṛṣabha—wahai yang paling baik di antara para Bhārata.
Para penyembah Tuhan Yang Maha Esa yang murni, yang sudah menyerahkan diri sepenuhnya, tidak peduli kapan mereka akan meninggalkan badannya atau bagaimana cara mereka akan meninggalkan badan. Mereka menyerahkan segala sesuatu kepada Krishna. Karena itu, dengan mudah dan bahagia mereka kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi orang yang belum menjadi penyembah yang murni dan bergantung pada cara-cara keinsafan diri seperti karma-yoga, jñāna-yoga, dan hatha-yoga harus meninggalkan badan pada saat yang tepat, dan dengan demikian mereka yakin apakah mereka akan kembali ke dunia kelahiran dan kematian atau tidak. Kalau seorang yogi sudah sempurna, ia dapat memilih waktu dan keadaan untuk meninggalkan dunia material ini. Tetapi kalau yogi itu belum begitu ahli, suksesnya bergantung apakah secara kebetulan dia dapat meninggal pada waktu tertentu yang tepat. Saat-saat yang cocok untuk meninggal dunia dan tidak kembali lagi dijelaskan oleh Krishna dalam ayat berikut. Menurut Acarya Baladeva Vidyabhusana, kata bahasa Sansekerta kala yang digunakan di sini berarti dewa waktu.