puruṣaḥ sa paraḥ pārtha
bhaktyā labhyas tv ananyayā
yasyāntaḥ-sthāni bhūtāni
yena sarvam idaḿ tatam
puruṣaḥ—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; saḥ—Beliau; paraḥ—Yang Mahakuasa, Yang Mahatinggi; pārtha—wahai putera Pṛthā; bhaktyā—oleh bhakti;labhyaḥ—dapat dicapai; tu—tetapi; ananyayā—murni, tidak pernah menyimpang; yasya—siapa; antaḥ-sthāni—di dalam; bhūtāni—seluruh manifestasi material;yena—oleh siapa; sarvam—semua; idam—apapun yang dapat kita lihat; tatam—berada di mana-mana di dalam.
Kalau seorang sudah mencapai tempat tinggal yang paling utama, ia tidak akan pernah kembali lagi. Di sini dinyatakan dengan jelas bahwa tujuan yang paling utama itu adalah tempat tinggal Krishna, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Brahma-samhita, tempat tinggal yang paling utama itu diuraikan sebagai ananda cinmayā rasa, tempat segala sesuatu penuh kebahagiaan rohani. Segala keanekawarnaan yang terwujud disana mempunyai sifat kebahagiaan rohani—tiada sesuatupun di sana yang bersifat material. Keanekawarnaan tersebut diwujudkan sebagai perwujudan rohani dari Tuhan Yang Maha Esa Sendiri, sebab perwujudan di sana terdiri dari tenaga rohani sepenuhnya, sebagaimana dijelaskan dalam Bab Tujuh. Walaupun Tuhan Yang Maha Esa selalu berada di tempat tinggal-Nya Yang Paling Utama, Beliau berada di mana-mana di dunia material melalui tenaga material-Nya. Jadi, melalui tenaga rohani dan tenaga material-Nya, Tuhan Yang Maha Esa berada di mana-mana—baik di alam semesta material maupun di alam semesta rohani. Yasyantaḥ-sthāni berarti segala sesuatu dipelihara di dalam Diri Beliau, baik dalam tenaga rohani maupun tenaga material-Nya. Tuhan Yang Maha Esa berada di mana-mana melalui kedua tenaga tersebut.
Memasuki tempat tinggal Krishna Yang Paling Utama atau planet-planet Vaikuntha yang jumlahnya tidak dapat dihitung hanya dimungkinkan melalui bhakti, sebagaimana disebut di sini dengan kata bhaktyā. Tidak ada cara lain lagi yang dapat menolong seseorang untuk mencapai tempat tinggal yang paling utama itu. Dalam Veda (Gopala-tapani Upanisad 3.2) tempat tinggal yang Paling Utama dan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa juga diuraikan. Eko vasi sarvagah kṛṣṇah. Di tempat tinggal itu, yang ada hanyalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Yang tiada duanya, dan Beliau bernama Krishna. Beliau adalah Tuhan Yang Maha Esa yang Mahakarunia. Walaupun Beliau berada di sana sebagai yang Mahatunggal, Beliau sudah mewujudkan Diri menjadi berjuta-juta penjelmaan yang berkuasa penuh. Dalam Veda, Tuhan Yang Maha Esa diumpamakan sebagai sebatang pohon yang berdiri di satu tempat tetapi menghasilkan berbagai buah, bunga dan daun yang berubah-ubah. Penjelmaan-penjelmaan yang berkuasa penuh yang berkuasa di planet-planet Vaikuntha berlengan empat, dan penjelmaan-penjelmaan itu terkenal dengan berbagai nama—Purusottama, Trivikrama, Kesava, Mādhava, Aniruddha, Hrsikesa, Sankarsana, Pradyumna, Sridhara, Vasudeva, Damodara, Janārdana, Narayana, Vamana, Padmanabha, dan sebagainya.
Dalam Brahma-samhita (5.37) juga dibenarkan bahwa walaupun Tuhan Yang Maha Esa selalu berada di tempat tinggal yang paling utama, Goloka Vrndavana, Beliau berada di mana-mana, sehingga segala sesuatu berjalan dengan baik (goloka eva nivasaty akhilatma bhutah). Sebagaimana dinyata kan dalam Veda (svetasvatara Upanisad 6.8), parasya saktir vividhaiva sruyate / svabhaviki jñānabalakriya ca: Tenaga-tenaga Tuhan Yang Maha Esa begitu luas sehingga tenaga-tenaga itu mengatur segala sesuatu di manifestasi alam semesta secara sistematis tanpa kesalahan, walaupun Tuhan Yang Maha Esa berada di tempat yang jauh sekali.