भूमिरापोऽनलो वायà¥à¤ƒ खं मनो बà¥à¤¦à¥à¤§à¤¿à¤°à¥‡à¤µ च ।
अहंकार इतीयं मे भिनà¥à¤¨à¤¾ पà¥à¤°à¤•ृतिरषà¥à¤Ÿà¤§à¤¾ ॥ ४॥

bhÅ«mir Äpo 'nalo vÄyuhÌ£

khamÌ mano buddhir eva ca

ahaÅ„kÄra itÄ«yamÌ me

bhinnÄ prakrÌ£tir asÌ£tÌ£adhÄ

bhÅ«miḥ—tanah; Äpaḥ—air; analaḥ—api; vÄyuḥ—udara; kham—angkasa; manaḥ—pikiran; buddhiḥ—kecerdasan; evÄ—pasti; ca—dan; ahaÅ„kÄraḥ—keakuan yang palsu; iti—demikian; iyam—semua ini; me—milik-Ku; bhinnÄ—terpisah; prakrÌ£tiḥ—tenaga-tenaga; asÌ£tÌ£adhÄ—delapan jenis.


Sloka

Tanah, air, api, udara, angkasa, pikiran, kecerdasan dan keakuan yang palsu—secara keseluruhan delapan unsur ini merupakan tenaga-tenaga material yang terpisah dari Diri-Ku.

Penjelasan

Ada berbagai tingkat manusia, dan di antara beribu-ribu orang, mungkin ada satu yang cukup tertarik pada keinsafan rohani hingga ia berusaha mengetahui apa itu sang roh, apa itu badan, dan apa itu Kebenaran Mutlak. Pada umumnya manusia hanya sibuk di dalam kegiatan seperti binatang yaitu; makan, tidur, membela diri dan berketurunan, dan hampir tiada seorangpun yang tertarik pada pengetahuan rohani. Enam bab pada awal Bhagavad-gita dimaksudkan untuk orang yang tertarik pada pengetahuan rohani, untuk mengerti tentang sang roh, Roh Yang Utama dan cara keinsafan melalui jñāna-yoga, Dhyana-yoga dan cara membedakan antara sang roh dan alam. Akan tetapi, Krishna hanya dapat dikenal oleh orang yang sadar akan Krishna. Rohaniwan lainnya barangkali mencapai keinsafan terhadap Brahman yang tidak berbentuk pribadi, sebab keinsafan ini lebih mudah daripada mengerti tentang Krishna. Krishna adalah Kepribadian Yang Paling Utama, tetapi pada waktu yang sama Beliau berada di luar jangkauan pengetahuan Brahman dan Paramatma. Para yogi dan para jñānī bingung dalam usaha-usaha mereka untuk mengerti tentang Krishna. Walaupun yang paling terkemuka di antara orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, yaitu Sripada Sankaracarya, dalam penafsiran beliau tentang Bhagavad-gita beliau juga mengakui bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Namun para pengikut Sankaracarya tidak mengakui Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sebab sangat sulit mengenal Krishna, walaupun seseorang sudah mencapai keinsafan rohani terhadap Brahman yang tidak berbentuk pribadi. Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, sebab segala sebab, Sri Govinda yang asli. īśvaraḥ paramaḥ kṛṣṇah sac-cid- ananda vigrahah / anadir adir govindah sarva karana-kāraṇam. Orang yang bukan penyembah sulit sekali mengenal Krishna. Walaupun mereka menyatakan bahwa jalan bhakti, atau pengabdian rohani sangat mudah, mereka tidak akan sanggup mempraktekkan cara bhakti. Kalau memang jalan bhakti begitu mudah, seperti yang dikatakan oleh golongan orang yang bukan penyembah, mengapa mereka memilih jalan yang lain dan sulit? Sebenarnya, jalan bhakti tidak mudah. Sesuatu yang hanya namanya saja jalan bhakti yang dipraktekkan oleh orang yang tidak berkualifikasi, karena mereka tanpa pengetahuan tentang bhakti barangkali tampaknya mudah, namun apabi la bhakti dipraktekkan secara nyata menurut aturan dan peraturan, mereka para sarjana dan para filosof yang berangan-angan pikiran akan jatuh dari jalan itu. Srila Rupa Gosvami menulis di dalam karyanya berjudul Bhakti-rasamrta-sindhu (1.2.101):

Ilmu pengetahuan Ketuhanan menganalisis kedudukan dasar Tuhan dan berbagai tenaga Beliau. Alam material disebut prakṛti, atau tenaga Tuhan dalam berbagai titisan purusa Beliau (penjelmaan-penjelmaan) sebagaimana diuraikan dalam Satvata Tantra:\

viṣṇos tu trīṇi rūpāṇi

puruṣākhyāny atho viduḥ

ekaḿ tu mahatāḥ sraṣṭṛ

dvitīyaḿ tv aṇḍa-saḿsthitam

tṛtīyaḿ sarva-bhūta-sthaḿ

tāni jñātvā vimucyate

Untuk ciptaan material, penjelmaan yang berkuasa penuh dari Sri Krishna berwujud sebagai tiga Visnu. Yang pertama adalah, MahaVisnu, menciptakan seluruh tenaga material, yang bernama mahat-tattva. Yang kedua, Garbhodakakasayi Visnu, memasuki seluruh alam semesta untuk menciptakan keanekawarnaan di dalam tiap-tiap alam semesta itu. Yang ketiga, Ksirodakasayi Visnu, tersebar sebagai Roh Yang Utama yang berada di mana-mana di seluruh alam semesta dan juga bernama Paramatma. Beliau berada di mana-mana bahkan di dalam atomatom sekalipun. Siapapun yang mengenal ketiga Visnu tersebut dapat dibebaskan dari ikatan material."

Dunia material ini adalah perwujudan sementara dari salah satu di antara tenaga-tenaga Tuhan. Segala kegiatan dunia material diatur oleh tiga penjelmaan Visnu tersebut dari Sri Krishna. Purusa-purusa ini disebut penjelmaan-penjelmaan. Pada umumnya orang yang tidak mengenal ilmu pengetahuan Ketuhanan (Krishna) menduga bahwa dunia material ini dimaksudkan untuk dinikmati oleh para makhluk hidup dan bahwa para makhluk hidup adalah purusa-purusa—tujuan-tujuan yang menyebabkan, mengendalikan dan menikmati tenaga material. Menurut Bhagavad-gita, kesimpulan tersebut yang tidak mengakui Tuhan adalah kesimpulan yang salah. Dalam ayat yang sedang dibicarakan, dinyatakan bahwa Krishna adalah sebab asli manifestasi material. Kenyataan ini juga dibenarkan dalam Srimad-Bhagavatam Unsur-unsur manifestasi material adalah tenaga-tenaga yang dipisahkan dari Tuhan. Brahmajyoti, yang merupakan tujuan utama bagi orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, adalah tenaga rohani yang di wujudkan di angkasa rohani. Tidak ada keanekawarnaan rohani di dalam brahmajyoti seperti keanekawarnaan rohani yang ada di planet-planet Vaikunthaloka, dan orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan menganggap bahwa brahmajyoti tersebut sebagai tujuan kekal yang paling tinggi. Manifestasi Paramatma juga merupakan aspek Ksirodakasayi Visnu yang bersifat sementara dan berada di mana-mana. Manifestasi Paramatma tidak kekal di dunia rohani. Karena itu, Kebenaran Mutlak yang nyata adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Krishna. Krishna adalah kepribadian lengkap sumber tenaga, dan Beliau memiliki berbagai tenaga dalam dan tenaga yang terpisah dari Diri-Nya.

Di dalam tenaga material, ada delapan perwujudan utama, sebagaimana disebut di atas. Di antara delapan perwujudan tersebut, lima perwujudan pertama, yaitu; tanah, air, api, udara dan angkasa, disebut lima ciptaan besar atau ciptaan kasar, dan lima obyek indera termasuk di dalam lima ciptaan itu. Lima obyek indera tersebut adalah manifestasi-manifestasi  suara, rabaan, bentuk, rasa dan bau alamiah. Ilmu pengetahuan material terdiri dari sepuluh unsur tersebut dan tidak lebih daripada itu. Tetapi tiga unsur lainnya, yaitu pikiran, kecerdasan dan keakuan yang palsu, dialpakan oleh orang duniawi. Filosof-filosof yang menangani kegiatan pikiran juga belum memiliki pengetahuan yang sempurna karena mereka belum mengenal sumber yang paling utama, yaitu Krishna. Keakuan yang palsu—Aku berada," dan Itu milikku," yang merupakan prinsip dasar kehidupan material—termasuk sepuluh indera untuk kegiatan material. Kecerdasan menunjukkan seluruh ciptaan alam, yang disebut mahat-tattva. Karena itu, dari delapan tenaga yang dipisahkan dari Tuhan terwujudlah duapuluh empat unsur dunia material yang merupakan mata pelajaran filsafat Sāńkhya yang tidak percaya kepada Tuhan. Unsur-unsur tersebut semula berasal dari tenaga-tenaga Krishna dan dipisahkan dari Krishna, tetapi para filosof Sāńkhya yang tidak percaya kepada Tuhan dan kurang memiliki pengetahuan tidak mengenal Krishna sebagai sebab segala sebab. Mata pelajaran yang dibicarakan dalam filsafat Sāńkhya hanyalah perwujudan tenaga luar Krishna, sebagaimana diuraikan dalam Bhagavad-gita.