sÄdhibhÅ«tÄdhidaivamÌ mÄmÌ
sÄdhiyajñamÌ ca ye viduhÌ£
prayÄnÌ£a-kÄle 'pi ca mÄmÌ
te vidur yukta-cetasÄhÌ£
sa-adhibhÅ«ta—dan prinsip yang mengatur manifestasi material; adhidaivam—mengatur semua dewa; mÄm—Aku; sa-adhiyajñam—dan mengendalikan semua korban suci; ca—juga; ye—orang yang; viduḥ—mengenal; prayÄnÌ£a—dari kematian; kÄle—pada waktu; api—walaupun; ca—dan; mÄm—Aku; te—mereka; viduḥ—mengenal; yukta-cetasÄḥ—pikirannya tekun dalam Diri-Ku.
Orang yang bertindak dalam kesadaran Krishna tidak pernah disesatkan dari jalan pengertian sepenuhnya tentang Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pergaulan rohani kesadaran Krishna, seseorang dapat mengerti bagaimana Tuhan Yang Maha Esa adalah prinsip yang mengendalikan manifestasi material dan juga mengendalikan para dewa. Berangsur-angsur, melalui pergaulan rohani seperti itu, seseorang yakin terhadap Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan pada waktu meninggal, orang yang sadar akan Krishna seperti itu tidak pernah dapat melupakan Krishna. Karena itu, sewajarnya ia diangkat sampai planet Tuhan Yang Maha Esa, Goloka Vrndavana.
Bab Tujuh ini khususnya menjelaskan bagaimana seseorang dapat menjadi sadar akan Krishna sepenuhnya. Awal kesadaran Krishna adalah pergaulan dengan orang yang sadar akan Krishna. Pergaulan seperti itu bersifat rohani dan memungkinkan seseorang mengadakan hubungan langsung dengan Tuhan Yang Maha Esa, dan atas karunia Beliau, ia dapat mengerti bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Pada waktu yang sama, seseorang sungguh-sungguh dapat mengerti kedudukan dasar makhluk hidup dan bagaimana makhluk hidup melupakan Krishna dan menjadi terikat dalam kegiatan material. Dengan mengembangkan kesadaran Krishna secara bertahap dengan pergaulan yang baik, makhluk hidup dapat mengerti bahwa Diri-Nya terikat oleh hukum-hukum alam material karena ia telah melupakan Krishna. Ia juga dapat mengerti bahwa kehidupan manusia ini adalah kesempatan untuk memperoleh kembali kesadaran Krishna dan hendaknya kehidupan manusia ini digunakan sepenuhnya untuk mencapai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang tiada sebabnya.
Banyak hal sudah dibicarakan di dalam bab ini: Orang yang berduka cita, orang yang ingin tahu, orang yang memerlukan kebutuhan material, pengetahuan tentang Brahman, pengetahuan tentang Paramatma, pembebasan dari kelahiran, kematian dan penyakit, dan sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi, orang yang sungguh-sungguh maju dalam kesadaran Krishna tidak mempedulikan berbagai proses. Dia menekuni kegiatan kesadaran Krishna secara langsung. Dengan demikian ia sungguh-sungguh mencapai kedudukan dasarnya sebagai hamba Sri Krishna yang kekal. Dalam keadaan seperti itu, dia senang mendengar dan memuji Tuhan Yang Maha Esa dalam pengabdian bhakti yang murni. Dia yakin bahwa dengan demikian, segala tujuannya akan terpenuhi. Ketabahan hati seperti ini disebut drdavrata, dan itu merupakan awal bhakti-yoga, atau cinta-bhakti rohani. Itulah keputusan Kitab Suci. Bab Tujuh dari Bhagavad-gita adalah hakekat keyakinan itu.
Demikianlah selesai penjelasan Bhaktivedanta mengenai Bab Tujuh Srimad Bhagavad-gita perihal Pengetahuan Tentang Yang Mutlak.