jarÄ-maranÌ£a-moksÌ£Äya
mÄm ÄÅ›ritya yatanti ye
te brahma tad viduḥ kṛtsnam
adhyÄtmamÌ karma cÄkhilam
jarÄ—dari usia tua; maranÌ£a—dan kematian; moksÌ£Äya—dengan tujuan pembebasan; mÄm—Aku; ÄÅ›ritya—berlindung kepada; yatanti—usaha; ye—semua orang yang; te—orang seperti itu; brahma—Brahman; tat—sebenarnya itu; viduḥ—mereka mengenal; krÌ£tsnam—segala sesuatu; adhyÄtmÄm—rohani; karma—kegiatan;ca—juga; akhilam—sepenuhnya.
Kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit mempengaruhi badan material ini, tetapi tidak mempengaruhi badan rohani. Badan rohani tidak mengalami kelahiran, kematian, usia tua maupun penyakit. Jadi, orang yang mencapai badan rohani menjadi rekan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa dan menekuni bhakti yang kekal sungguh-sungguh sudah mencapai pembebasan. Aham brahmasmi: diriku adalah roh. Dinyatakan bahwa seseorang harus mengerti bahwa Diri-Nya adalah Brahman, atau roh. Paham hidup Brahman juga terdapat dalam bhakti, sebagaimana diuraikan dalam ayat ini. Para penyembah yang murni mantap pada tingkat rohani Brahman, dan mereka mengetahui segala sesuatu tentang kegiatan rohani yang melampaui hal-hal duniawi.
Empat jenis penyembah yang belum murni namun telah menekuni bhakti rohani kepada Tuhan mencapai tujuannya masing-masing, dan atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, bila mereka sadar akan Krishna sepenuhnya, mereka sungguh-sungguh menikmati pergaulan rohani dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi orang yang menyembah dewa tidak pernah mencapai kepada Tuhan Yang Maha Esa di planet Beliau yang paling utama. Orang yang kurang cerdas yang menginsafi Brahman pun tidak dapat mencapai planet Krishna Yang Paling Utama bernama Goloka Vrndavana. Hanya orang yang melakukan kegiatan dalam kesadaran Krishna (mam asritya) sungguh-sungguh patut disebut Brahman, sebab mereka sungguh-sungguh berusaha mencapai planet Krishna. Orang seperti itu tidak ragu-ragu tentang Krishna, karena itu mereka sungguh-sungguh Brahman.
Orang yang tekun menyembah bentuk atau arca-vigraha Tuhan, atau orang yang tekun bersemadi kepada Tuhan hanya untuk mencapai pembebasan dari ikatan material, juga mengetahui arti Brahman, adhibhuta, dan sebagainya atas karunia Tuhan, sebagaimana dijelaskan oleh Krishna dalam bab berikut.