kÄma-krodha-vimuktÄnÄmÌ
yatÄ«nÄmÌ yata-cetasÄm
abhito brahma-nirvÄnÌ£amÌ
vartate viditÄtmanÄm
kÄma—dari keinginan; krodha—dan amarah; vimuktÄnÄm—mengenai orang yang sudah dibebaskan; yatÄ«nÄm—mengenai orang-orang suci; yata-cetasÄm—yang sudah mengendalikan pikiran sepenuhnya; abhitaḥ—pasti dalam waktu yang dekat sekali; brahma-nirvÄnÌ£am—pembebasan dalam Yang Mahakuasa;vartate—ada di sana; vidita-ÄtmanÄm—mengenai orang yang sudah insaf akan diri.
Di antara semua orang suci yang senantiasa tekun berusaha menuju pembebasan, orang yang sadar akan Krishna adalah yang paling baik. Dalam Bhagavatam (4.22.39), kenyataan ini dibenarkan sebagai berikut:
yat-pāda-pańkaja-palāśa-vilāsa-bhaktyā
karmaśayaḿ grathitam udgrathayanti santaḥ
tadvan na rikta-matayo yatayo 'pi ruddha-
sroto-gaṇās tam araṇaḿ bhaja vāsudevam
Cobalah menyembah Vasudeva, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dalam bhakti. Resi-resi besar sekalipun tidak dapat mengendalikan kekuatan indera-indera dengan cara yang seefektif orang yang tekun dalam kebahagiaan rohani dengan cara melayani kakipadma Krishna sehingga mencabut keinginan untuk kegiatan yang membuahkan hasil yang sudah berakar di dalam hati.
Keinginan untuk menikmati hasil dari pekerjaan sangat mendarah daging di dalam hati roh yang terikat sehingga resi-resi yang hebat sekalipun mengalami kesulitan dalam mengendalikan keinginan seperti itu, walaupun mereka berusaha sekuat tenaga. Seorang penyembah Tuhan yang senantiasa menekuni bhakti dalam kesadaran Krishna dan sempurna dalam keinsafan diri mencapai pembebasan dalam Yang Mahakuasa dengan cepat sekali. Oleh karena pengetahuannya lengkap dalam keinsafan diri, dia selalu tetap dalam semadi. Contoh yang serupa mengenai hal ini sebagai berikut.
darśana-dhyāna-saḿsparśair
matsya-kūrma-vihańgamāḥ
svāny apatyāni puṣṇanti
tathāham api padma-ja
Dengan cara melihat, dengan cara bersemadi dan dengan cara sentuhan saja, ikan, kura-kura dan burung memelihara anak-anaknya. Sayapun melakukan seperti itu, wahai Padmaja."
Ikan membesarkan anaknya hanya dengan cara memandangnya. Kura-kura membesarkan anaknya hanya dengan bersemadi. Kura-kura bertelur di darat dan induk kurakura bersemadi pada telur itu sambil ia berada dalam air. Begitu pula, walaupun seseorang penyembah yang sadar akan Krishna, jauh dari tempat tinggal Krishna, ia dapat mengangkat Diri-Nya sampai tempat tinggal itu hanya dengan cara berpikir tentang Krishna senantiasa melalui kesibukan dalam kesadaran Krishna. Ia tidak merasakan penderitaan kesengsaraan material; keadaan hidup demikian disebut brahmaṇirvana, yang berarti kesengsaraan material tidak ada karena dia senantiasa khusuk dalam Yang Mahakuasa.