tyaktvÄ karma-phalÄsaÅ„gamÌ
nitya-trÌ£pto nirÄÅ›rayahÌ£
karmaṇy abhipravṛtto 'pi
naiva kiñcit karoti saḥ
tyaktvÄ—setelah meninggalkan; karma-phala-ÄsaÅ„gam—ikatan terhadap hasil atau pahala; nitya—selalu; trÌ£ptaḥ—merasa puas; nirÄÅ›rayaḥ—tanpa perlindungan apapun; karmanÌ£i—dalam kegiatan; abhipravrÌ£ttaḥ—dengan menjadi sibuk sepenuhnya; api—walaupun; na—tidak; evÄ—pasti; kiñcit—sesuatupun;karoti—melakukan; saḥ—dia.
Kebebasan dari ikatan perbuatan tersebut hanya dimungkinkan dalam kesadaran Krishna, apabila seseorang melakukan segala sesuatu untuk Krishna. Orang yang sadar akan Krishna bertindak berdasarkan cinta bhakti yang murni kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, dia tidak tertarik sama sekali terhadap hasil perbuatan. Ia tidak terikat untuk memelihara Diri-Nya sendiri, sebab segala sesuatu diserahkan kepada Krishna. Dia juga tidak berhasrat memperoleh benda-benda ataupun untuk melindungi benda-benda yang sudah dimilikinya. Dia melakukan tugas kewajiban sebaikbaiknya menurut kemampuannya dan dia menyerahkan segala sesuatu kepada Krishna. Orang yang tidak terikat seperti itu selalu bebas dari reaksi-reaksi sebagai akibat hal yang baik dan hal yang buruk; seolah-olah dia tidak berbuat apa-apa. Inilah tanda akarma, atau perbuatan tanpa reaksi dari kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala. Karena itu, perbuatan apapun yang lain yang kekurangan kesadaran Krishna akan mengikat orang yang mengerjakannya, dan itulah ciri vikarmayang nyata, sebagaimana dijelaskan di atas.