yasya sarve samārambhāḥ
kāma-sańkalpa-varjitāḥ
jñānāgni-dagdha-karmaṇaḿ
tam āhuḥ paṇḍitaḿ budhāḥ
yasya—orang yang; sarve—segala jenis; samārambhāḥ—usaha-usaha; kāma—berdasarkan keinginan untuk kepuasan indera-indera; sańkalpa—ketabahan hati; varjitāḥ—kekurangan; jñāna—pengetahuan yang sempurna; agni—oleh api; dagdha—dibakar; karmaṇām—orang yang pekerjaannya; tam—dia; āhuḥ—menyatakan; paṇḍitam—bijaksana; budhāḥ—orang yang mengenal.
Hanya orang yang mempunyai pengetahuan sepenuhnya dapat mengerti kegiatan orang yang sadar akan Krishna. Oleh karena orang dalam kesadaran Krishna bebas dari segala jenis kecenderungan untuk memuaskan indera-indera, dimengerti bahwa dia sudah membakar reaksi pekerjaannya dengan pengetahuan sempurna tentang kedudukan dasarnya sebagai hamba Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa yang kekal. Orang yang sudah mencapai kesempurnaan pengetahuan seperti itu sungguh-sungguh bijaksana. Mengembangkan pengetahuan ini tentang pengabdian kekal kepada Tuhan diumpamakan sebagai api. Begitu api seperti itu dinyalakan, api itu dapat membakar segala jenis reaksi pekerjaan.