na buddhi-bhedaḿ janayed
ajñānāḿ karma-sańginām
joṣayet sarva-karmaṇi
vidvān yuktaḥ samācaran
na—tidak; buddhi-bhedam—pengacauan kecerdasan; janayet—hendaknya ia menyebabkan; ajñānām—terhadap orang bodoh; karma-sańginām—yang terikat kepada pekerjaan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil; joṣayet—hendaknya dia menggabungkan; sarva—semua; karmaṇi—pekerjaan; vidvān—orang bijaksana; yuktaḥ—dijadikan sibuk; samācaran—mempraktekkan.
Vedais ca sarvair aham eva vedyah. Itulah tujuan segala ritual Veda. Segala ritual, segala pelaksanaan korban suci, dan segala sesuatu yang tercantum dalam Veda, termasuk pula segala petunjuk untuk kegiatan material, dimaksudkan untuk mengerti tentang Krishna, tujuan tertinggi dalam kehidupan. Tetapi oleh karena roh-roh yang terikat tidak mengenal sesuatu pun di luar kepuasan indera-indera, mereka mempelajari Veda dengan tujuan itu. Tetapi melalui kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil dan kepuasan indera-indera yang diatur oleh ritual-ritual Veda, berangsur-angsur seseorang diangkat sampai tingkat kesadaran Krishna. Karena itu, orang yang sudah insaf akan Diri-Nya dalam kesadaran Krishna hendaknya jangan mengganggu orang lain dalam kegiatan maupun pengertian mereka, melainkan sebaiknya ia bertindak dengan memperlihatkan bagaimana hasil segala pekerjaan dapat dipersembahkan untuk bhakti kepada Krishna. Orang bijaksana yang sadar akan Krishna barangkali bertindak dengan cara supaya orang bodoh yang bekerja demi kepuasan indera-indera dapat belajar cara bertindak dan cara berbuat. Walaupun orang bodoh hendaknya tidak diganggu dalam kegiatannya, namun orang yang sudah maju sedikit dalam kesadaran Krishna dapat diajak menekuni bhakti kepada Tuhan secara langsung tanpa menunggu rumus-rumus Veda lainnya. Orang yang beruntung tersebut tidak perlu mengikuti ritual-ritual Veda, sebab dengan kesadaran Krishna secara langsung, seseorang dapat memperoleh segala hasil yang dapat diperoleh dengan cara mengikuti tugas-tugas yang telah ditetapkan untuk Diri-Nya.