indriyāṇāḿ hi caratāḿ
yan mano 'nuvidhīyate
tad asya harati prajñāḿ
vāyur nāvam ivāmbhasi
indriyāṇām—di antara indera-indera; hi—pasti; caratām—sambil mengembara; yat—dengan itu; manaḥ—pikiran; anuvidhīyate—sibuk senantiasa; tat—itu;asya—milik dia; harati—melarikan; prajñām—kecerdasan; vāyuḥ—angin; nāvam—sebuah perahu; ivā—ibarat; ambhasi—pada permukaan air.
Kalau semua indera tidak dijadikan tekun dalam pengabdian kepada Tuhan, maka satu saja di antaranya sibuk dalam kepuasan indera indera dapat menyesatkan seorang penyembah dari jalan kemajuan rohani. Sebagaimana disebut dalam riwayat Maharājā Ambarisa, segala indera harus dijadikan tekun dalam kesadaran Krishna, sebab itulah cara yang benar untuk mengendalikan pikiran.