yÄm imÄmÌ pusÌ£pitÄmÌ vÄcamÌ
pravÄdÄn ty avipaÅ›citahÌ£
veda-vÄda-ratÄhÌ£ pÄrtha
nÄnyad astÄ«ti vÄdinahÌ£
kÄmÄtmÄnahÌ£ svarga-parÄ
janma-karma-phala-pradÄm
kriyÄ-viÅ›esÌ£a-bahulÄmÌ
bhogaiÅ›varya-gatimÌ prati
yÄm imÄm—semua ini; pusÌ£pitÄm—seperti bunga; vÄcam—kata-kata; pravÄdÄnti—berkata; avipaÅ›citaḥ—orang yang kekurangan pengetahuan; veda-vÄda-ratÄḥ—orang-orang yang dianggap pengikut dari Veda; pÄrtha—wahai putera PrÌ£thÄ; na—tidak pernah; anyat—sesuatu yang lain; asti—ada; iti—demikian;vÄdinaḥ—para pendukung; kÄma-ÄtmÄnaḥ—menginginkan kepuasan dari indera-indera; svarga-parÄḥ—bertujuan untuk mencapai planet-planet surga; janma-karma-phala-pradÄm—mengakibatkan kelahiran dalam keadaan yang baik dan reaksi-reaksi lain yang berupa hasil atau pahala; kriyÄ-viÅ›esÌ£a—upacara-upacara yang bersifat ritual; bahulÄm—berbagai; bhoga—dalam kenikmatan indera-indera; aiÅ›varyÄ—dan kekayaan; gatim—kemajuan; prati—menuju.
Rakyat umum tidak begitu cerdas, dan oleh karena kebodohan, mereka paling terikat pada kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala yang dianjurkan dalam bagian-bagian karma-kanda dari Veda. Mereka tidak menginginkan sesuatupun selain usul-usul kepuasan indera-indera untuk menikmati hidup di surga, tempat anggur dan wanita tersedia dan kekayaan material terdapat di mana-mana. Dalam Veda, banyak korban suci dianjurkan untuk naik tingkat sampai ke planet-planet surga, khususnya korban-korban jyotistoma. Sebenarnya, dinyatakan bahwa siapapun yang ingin naik tingkat sampai ke planet-planet surga harus melakukan korban-korban suci tersebut, dan orang yang kurang berpengetahuan menganggap inilah seluruh maksud pengetahuan Veda. Sulit sekali bagi orang yang kurang berpengalaman seperti itu mantap dalam perbuatan dalam kesadaran Krishna yang bertabah hati. Seperti halnya orang bodoh tertarik pada bunga-bunga dari pohon-pohon yang beracun tanpa mengetahui akibat rasa tertarik seperti itu, begitu pula, orang yang belum dibebaskan dari kebodohan tertarik pada kekayaan di surga dan kenikmatan indera-indera dari kekayaan itu.
Dalam bagian karma-kanda dari Veda, dinyatakan, apama somam amrta abhuma dan aksayyam ha vai caturmasya-yajinah sukutam bhavati. Dengan kata lain, orang yang melakukan pertapaan selama empat bulan memenuhi syarat untuk meminum minuman somarasa untuk dibebaskan dari kematian dan berbahagia untuk selamanya. Di bumi inipun beberapa orang ingin sekali mendapat somarasa supaya Diri-Nya kuat dan sehat untuk menikmati kepuasan indera-indera. Orang seperti itu tidak percaya pada pembebasan dari ikatan material, dan mereka terikat sekali terhadap upacara-upacara ritual korban-korban suci Veda. Pada umumnya, mereka sangat terikat pada indera-indera, dan mereka tidak menginginkan sesuatu selain kenikmatan hidup seperti di surga. Dimengerti bahwa ada taman-taman yang bernama Nandanakanānā. Di tempat-tempat tersebut ada kesempatan yang baik untuk bergaul dengan wanita-wanita yang cantik seperti bidadari dan mendapat persediaan anggur somarasa yang berlimpah-limpah. Kesenangan jasmani seperti itu tentu saja nikmat bagi indera-indera; karena itu, ada orang yang hanya terikat pada kesenangan material yang bersifat sementara seperti itu, sebagai penguasa-penguasa dunia material.