sarva-guhyatamaḿ bhūyaḥ
śṛṇu me paramaḿ vacaḥ
iṣṭo 'si me dṛḍham iti
tato vakṣyāmi te hitam
sarva-guhya-tamam—paling rahasia dari semuanya; bhūyaḥ—ini lagi; śṛṇu—hanya mendengar; me—Diri-Ku; paramam—Yang Mahakuasa; vacaḥ—pelajaran; istah asi—engkau tercinta; me—kepada-Ku; dṛḍham—sangat; iti—demikian; tataḥ—karena itu; vakṣyāmi—Aku bersabda; te—untuk milikmu; hitam—manfaat.
Krishna sudah memberikan tentang pengetahuan rahasia kepada Arjuna (pengetahuan tentang Brahman) dan pengetahuan yang lebih rahasia lagi (pengetahuan tentang Roh Yang Utama yang bersemayam di dalam hati semua orang). Sekarang Krishna akan memberikan bagian pengetahuan yang paling rahasia; yaitu, hanya menyerahkan diri kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Pada akhir Bab Sembilan Krishna sudah bersabda,manmanaḥ: Hanya selalu berpikir tentang-Ku." Pelajaran yang sama di ulangi di sini untuk menggarisbawahi hakekat ajaran Bhagavad-gita. Hakekat tersebut tidak dapat dipahami oleh orang awam, tetapi dapat dipahami oleh orang yang sungguh-sungguh dicintai oleh Krishna, yaitu penyembah Krishna yang murni. Inilah pelajaran terpenting dalam segala kesusasteraan Veda. Yang sedang disabdakan oleh Krishna berhubungan dengan hal ini adalah bagian pengetahuan yang paling penting, dan harus dilaksanakan tidak hanya oleh Arjuna tetapi oleh semua makhluk hidup.