iti te jñānam ākhyātaḿ
guhyād guhyataraḿ mayā
vimṛśyaitad aśeṣeṇa
yathecchasi tathā kuru
iti—demikianlah; te—kepadamu; jñānam—pengetahuan; ākhyātam—diuraikan; guhyāt—daripada rahasia; guhya-taram—lebih rahasia lagi; mayā—oleh-Ku;vimṛśya—mempertimbangkan; etat—pada ini; aśeṣeṇa—sepenuhnya; yathā—sebagai; icchasi—engkau suka; tathā—itu; kuru—lakukan.
Sri Krishna sudah menjelaskan kepada Arjuna tentang pengetahuan brahmabhuta. Orang yang berada dalam keadaan brahmabhuta riang; ia tidak pernah menyesal atau ingin mendapatkan sesuatu. Ini disebabkan oleh pengetahuan rahasia. Krishna juga mengungkapkan pengetahuan tentang Roh Yang Utama. Ini juga pengetahuan Brahman, pengetahuan tentang Brahman, tetapi pengetahuan ini lebih tinggi.
Di sini kata-kata yathecchasi tathā kuru—Menurut apa yang engkau sukai, engkau boleh bertindak"—menunjukkan bahwa Tuhan tidak campur tangan dengan kebebasan kecil yang dimiliki oleh makhluk hidup. Dalam Bhagavad-gita, Krishna sudah menjelaskan segala hal tentang bagaimana seseorang dapat meningkatkan keadaan hidupnya. Nasehat terbaik yang disampaikan kepada Arjuna ialah untuk menyerahkan diri kepada Roh Yang Utama yang bersemayam di dalam hatinya. Menurut pertimbangan yang benar, hendaknya seseorang setuju bertindak menurut perintah Roh Yang Utama. Itu akan menolong Diri-Nya supaya mantap senantiasa dalam kesadaran Krishna, tingkat kesempurnaan kehidupan manusia yang tertinggi. Arjuna sedang diperintahkan langsung oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa supaya ia bertempur. Penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah demi kepentingan terbaik para makhluk hidup. Penyerahan diri itu bukan demi kepentingan Yang Mahakuasa. Sebelum seseorang menyerahkan diri, ia bebas mempertimbangkan mata pelajaran sejauh kemampuan kecerdasannya; itulah cara terbaik untuk menerima perintah atau pelajaran Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Pelajaran tersebut juga datang melalui guru kerohanian, utusan Krishna yang dapat dipercaya.