buddhyā viśuddhayā yukto
dhṛtyātmānaḿ niyamya ca
śabdādīn viṣayāḿs tyaktvā
rāga-dveṣau vyudasya ca
vivikta-sevī laghv-āśī
yata-vāk-kāya-mānasaḥ
dhyāna-yoga-paro nityaḿ
vairāgyaḿ samupāśritaḥ
ahańkāraḿ balaḿ darpaḿ
kāmaḿ krodhaḿ parigraham
vimucya nirmamaḥ śānto
brahma-bhūyāya kalpate
buddhya—dengan kecerdasan; viśuddhayā—disucikan sepenuhnya; yuktaḥ—tekun; dhṛtyā—dengan ketabahan hati; ātmanām—sang diri; niyamya—mengatur;ca—juga; śabda-ādīn—seperti suara; viṣayān—obyek-obyek indria; tyaktvā—meninggalkan; rāga—ikatan; dveṣau—dan rasa benci; vyudasya—mengesampingkan;ca—juga; vivikta-sevī—tinggal di tempat sunyi; laghu-āśī—makan sedikit; yata—setelah mengendalikan; vāk—pembicaraan; kāya—badan; mānasaḥ—dan pikiran;dhyāna-yoga-paraḥ—khusuk dalam semadi; nityam—dua puluh empat jam sehari; vairāgyam—ketidakterikatan; samupāśritaḥ—setelah berlindung kepada;ahańkāram—keakuan palsu; balam—kekuatan palsu; darpam—rasa bangga yang palsu; kāmam—hawa nafsu; krodham—amarah; parigraham—dan penerimaan benda-benda material; vimucya—dengan diselamatkan dari; nirmamaḥ—tanpa rasa memiliki sesuatu; śāntaḥ—damai; brahma-bhūyāya—demi keinsafan diri;kalpate—memiliki kwalifikasi.
Bila seseorang disucikan oleh kecerdasan, ia menjaga Diri-Nya dalam sifat kebaikan. Dengan demikian ia mengendalikan pikirannya dan selalu khusuk bersemadi. Dia tidak terikat pada obyek-obyek kepuasan indera-indera, dan dia bebas dari ikatan dan rasa benci dalam kegiatan. Orang yang tidak terikat seperti itu sewajarnya lebih suka tinggal di tempat sunyi, dia tidak makan lebih dari kebutuhannya, dan dia mengendalikan kegiatan badan serta pikirannya. Ia tidak mempunyai keakuan palsu sebab dia tidak menganggap badan sebagai Diri-Nya. Dia juga tidak ingin supaya badannya menjadi gemuk dan kuat dengan menerima begitu banyak benda material. Oleh karena dia tidak mempunyai paham jasmani tentang kehidupan, dia tidak bangga secara palsu. Dia puas dengan segala sesuatu yang diberikan kepadanya atas karunia Tuhan, dan dia tidak pernah marah bila kepuasan indera tidak ada. Dia juga tidak berusaha memperoleh obyek-obyek indera. Dengan demikian, apabila dia sudah bebas sepenuhnya dari keakuan palsu, dia tidak terikat terhadap segala benda material, dan itulah tingkat keinsafan diri Brahman. Tingkat itu disebut brahmabhuta. Bila seseorang bebas dari paham hidup material, ia menjadi damai dan tidak dapat digoyahkan. Ini diuraikan dalam Bhagavad-gita (2.70):
āpūryamāṇam acala-pratiṣṭhaḿ
samudram āpaḥ praviśanti yadvat
tadvat kāmā yaḿ praviśanti sarve
sa śāntim āpnoti na kāma-kāmī
Orang yang tidak digoyahkan oleh arus keinginan yang mengalir senantiasa yang bagaikan sungai masuk ke dalam lautan, yang senantiasa diisi namun selalu tenang, hanya dia sendiri yang dapat mencapai kedamaian, bukanlah orang yang berusaha memuaskan keinginan seperti itu."