सिदà¥à¤§à¤¿à¤‚ पà¥à¤°à¤¾à¤ªà¥à¤¤à¥‹ यथा बà¥à¤°à¤¹à¥à¤® तथापà¥à¤¨à¥‹à¤¤à¤¿ निबोध मे ।
समासेनैव कौनà¥à¤¤à¥‡à¤¯ निषà¥à¤ à¤¾ जà¥à¤žà¤¾à¤¨à¤¸à¥à¤¯ या परा ॥५०॥

siddhimÌ prÄpto yathÄ brahma

tathÄpnoti nibodha me

samÄsenaiva kaunteya

nisÌ£tÌ£hÄ jñÄnasya yÄ parÄ

siddhim—kesempurnaan; prÄptaḥ—mencapai; yathÄ—sebagai; brahma—Yang Mahakuasa; tathÄ—demikian; Äpnoti—seseorang mencapai; nibodha—coba mengerti; me—dari-Ku; samÄsena—secara ringkas; evÄ—pasti; kaunteyÄ—wahai putera Kuntī ; nisÌ£tÌ£hÄ—tingkat; jñÄnasya—dari pengetahuan; yÄ—yang; parÄ—rohani.


Sloka

Wahai putera Kuntī, pelajarilah dari-Ku bagaimana orang yang sudah mencapai kesempurnaan itu dapat mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi, Brahman, tingkat pengetahuan tertinggi, dengan bertindak dengan cara yang akan-Ku ringkas sekarang.

Penjelasan

Krishna menguraikan untuk Arjuna bagaimana seseorang dapat mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi hanya dengan menekuni tugas kewajibannya, dengan melaksanakan kewajiban itu demi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Seseorang mencapai tingkat tertinggi Brahman hanya dengan melepaskan ikatan terhadap hasil pekerjaannya untuk memuaskan Tuhan Yang Maha Esa. Itulah proses keinsafan diri. Kesempurnaan pengetahuan yang sebenarnya berarti mencapai kesadaran Krishna yang murni; itulah yang diuraikan dalam ayat-ayat berikut.