rÄjÄ s tamaÅ› cÄbhibhÅ«ya
sattvamÌ bhavati bhÄrata
rÄjÄ hÌ£ sattvamÌ tamaÅ› caiva
tamahÌ£ sattvamÌ rÄjÄ s tathÄ
ÄjÄḥ—sifat nafsu; tamaḥ—sifat kebodohan; ca—juga; abhibhÅ«ya—mengatasi; sattvÄm—sifat kebaikan; bhavati—menonjol; bhÄrata—wahai putera BhÄrata ;rÄjÄḥ—sifat nafsu; sattvÄm—sifat kebaikan; tamaḥ—sifat kebodohan; ca—juga; evÄ—seperti itu; tamaḥ—sifat kebodohan; sattvÄm—sifat kebaikan; rÄjÄḥ—sifat nafsu; tathÄ—demikian.
Bila sifat nafsu menonjol, sifat-sifat kebaikan dan kebodohan dikalahkan. Bila sifat kebaikan menonjol, sifat nafsu dan kebodohan dikalahkan. Bilamana sifat kebodohan menonjol, nafsu dan kebaikan dikalahkan. Persaingan ini selalu berjalan terus. Karena itu, orang yang sungguh-sungguh ingin maju dalam kesadaran Krishna harus melampaui tiga sifat tersebut. Menonjolnya sifat alam tertentu terwujud dalam tingkah laku, kegiatan, cara makan seseorang, dan sebagainya. Semua ini akan dijelaskan dalam bab-bab terakhir. Tetapi kalau seseorang berminat, ia dapat mengembangkan sifat kebaikan melalui latihan dan dengan demikian mengalahkan sifat-sifat kebodohan dan nafsu. Begitu pula seseorang dapat mengembangkan sifat nafsu dan mengalahkan sifat kebaikan dan kebodohan. Atau seseorang dapat mengembangkan sifat kebodohan dan mengalahkan kebaikan dan nafsu. Walaupun ada tiga sifat alam material, kalau seseorang bertabah hati ia dapat diberkati oleh sifat kebaikan, dan dengan melampaui sifat kebaikan, ia dapat menjadi mantap dalam kebaikan murni, yang disebut keadaan vasudeva, keadaan yang memungkinkan seseorang mengerti ilmu pengetahuan tentang Tuhan Yang Maha Esa. Dari perwujudan kegiatan tertentu, dapat dimengerti seseorang berada dalam sifat alam yang mana.