vistarenÌ£Ätmano yogamÌ
vibhÅ«timÌ ca janÄrdana
bhūyaḥ kathaya tṛptir hi
Å›rÌ£nÌ£vato nÄsti me 'mrÌ£tam
vistarenÌ£a—secara terperinci; ÄtmanÄḥ—milik Anda; yogam—kekuatan batin; vibhÅ«tim—kehebatan-kehebatan; ca—juga; jana-ardana—o Pembunuh orang yang tidak percaya kepada Tuhan; bhÅ«yaḥ—sekali lagi; kathaya—menguraikan; trÌ£ptiḥ—kepuasan; hi—pasti; s‚nvataḥ—mendengar; na asti—tidak ada; me—milik hamba; amrÌ£tam—manisnya minuman kekekalan.
Pernyataan yang serupa disampaikan kepada Suta Gosvami oleh para resi di Naimisaranya, dipimpin oleh Saunaka. Pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:
vayaḿ tu na vitṛpyāma
uttama-śloka-vikrame
yac chṛṇvatāḿ rasa-jñānāḿ
svādu svādu pade pade
Seseorang tidak pernah dapat merasa kenyang walaupun ia senantiasa mendengar tentang kegiatan rohani Krishna, yang dipuji oleh doa-doa pujian yang sangat bagus. Orang yang sudah masuk ke dalam hubungan rohani dengan Krishna menikmati uraian kegiatan Krishna pada setiap langkah" (Srimad-Bhagavatam 1.1.19). Karena itu, Arjuna berminat untuk mendengar tentang Krishna, khususnya tentang bagaimana Beliau tetap sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berada di mana-mana.
Makna kata amṛtam, atau minuman kekekalan, ialah bahwa ceritera atau pernyataan apapun mengenai Krishna adalah seperti minuman kekekalan yang manis sekali. Minuman kekekalan tersebut dapat dialami melalui pengalaman nyata. Ceritera-ceritera modern, ceritera roman dan sejarah-sejarah berbeda dari kegiatan rohani Tuhan, sebab seseorang akan menjadi bosan mendengar ceritera-ceritera duniawi, tetapi ia tidak akan pernah bosan mendengar tentang Krishna. Karena alasan inilah sejarah seluruh alam semesta penuh dengan ceritera-ceritera tentang kegiatan penjelmaan-penjelmaan Tuhan Yang Maha Esa. Purana-purana adalah sejarah jaman purbakala yang menceriterakan berbagai penjelmaan Tuhan. Dengan cara demikian, materi bacaan tetap segar untuk selamanya, walaupun dibaca berulangkali.