kimÌ punar brÄhmanÌ£ÄhÌ£ punÌ£yÄ
bhaktÄ rÄjarsÌ£ayas tathÄ
anityam asukhamÌ lokam
imamÌ prÄpya bhajasva mÄm
kim—betapa; punaḥ—lagi; brahmanÌ£aḥ—para brahmanÌ£Ä; punÌ£yÄḥ—saleh; bhaktaḥ—para penyembah; rÄja-rÌ£sÌ£ayaḥ—raja-raja yang suci; tathÄ—juga; anityam—sementara; asukham—penuh dengan kesengsaraan; lokam—planet; imÄm—ini; prÄpya—mencapai; bhajasva—menekuni cinta-bhakti; mÄm—kepada-Ku.
Di dunia material ini ada golongan-golongan manusia, tetapi bagaimanapun juga, dunia ini bukan tempat yang menyenangkan untuk siapapun juga. Dinyatakan dengan jelas di sini anityam asukham lokam: Dunia ini bersifat sementara dan penuh penderitaan, tidak cocok untuk dihuni oleh orang yang sopan santun dan waras. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa menyatakan bahwa dunia ini bersifat sementara dan penuh kesengsaraan. Beberapa filosof, khususnya para filosof Mayāvadi, mengatakan bahwa dunia ini palsu, tetapi kita dapat mengerti dari Bhagavad-gita bahwa dunia tidak palsu; dunia bersifat sementara. Ada perbedaan antara sementara dan palsu. Dunia ini bersifat sementara tetapi ada dunia lain yang bersifat kekal. Dunia ini bersifat penuh kesengsaraan, tetapi dunia lain bersifat kekal dan penuh kebahagiaan.
Arjuna dilahirkan dalam keluarga rājā yang suci. Krishna juga bersabda kepada Arjuna, mulailah berbhakti kepada-Ku dan dalam waktu yang cepat, pulang kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa." Hendaknya tidak seorang pun yang tetap tinggal di dunia fana ini, sebab dunia ini penuh kesengsaraan. Sebaiknya semua orang menggabungkan Diri-Nya di dalam pelukan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa agar ia berbahagia untuk selamanya. Bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah satu-satunya proses yang memungkinkan segala masalah yang dihadapi semua golongan manusia dipecahkan. Karena itu, sebaiknya semua orang mulai mengikuti kesadaran Krishna dan menyempurnakan kehidupannya.