samo 'hamÌ sarva-bhÅ«tesÌ£u
na me dveṣyo 'sti na priyaḥ
ye bhajanti tu mÄmÌ bhaktyÄ
mayi te tesÌ£u cÄpy aham
samaḥ—bersikap yang sama; aham—Aku; sarva-bhÅ«tesÌ£u—kepada semua mahkluk hidup; na—tiada seorangpun; me—kepada-Ku; dvesÌ£yah—benci; asti—ada;na—tidak juga; priyaḥ—disayangi; ye—orang yang; bhajanti—melakukan pengabdian rohani; tu—tetapi; mÄm—kepada-Ku; bhaktyÄ—dalam bhakti; mayi—berada di dalam diri-Ku; te—orang seperti itu; tesÌ£u—dalam mereka; ca—juga; api—pasti; aham—Aku.
Berhubungan dengan ayat ini, mungkin ada orang yang bertanya kalau Krishna bersikap yang sama terhadap semua orang, dan tiada seorangpun yang menjadi kawan istemewa-Nya, mengapa Krishna menaruh perhatian khusus terhadap para penyembah yang selalu tekun dalam bhakti rohani kepada-Nya? Tetapi ini bukan diskriminasi; ini adalah hal yang wajar. Kendatipun seseorang berwatak dermawan yang murah hati sekali, namun ia menaruh perhatian khusus terhadap anak-anaknya sendiri. Krishna menyatakan bahwa setiap makhluk hidup—dalam bentuk apapun—adalah putera-Nya. Karena itu, Krishna menyediakan kebutuhan hidup secara berlimpah untuk semua makhluk. Krishna seperti awan yang mencurahkan hujan dimana-mana, baik di atas batu, di permukaan darat atau di atas air. Tetapi Krishna memberikan perhatian khusus terhadap penyembah-Nya. Penyembah-penyembah seperti itu disebut di sini; mereka selalu sadar akan Krishna, karena itu mereka selalu mantap secara rohani dalam Krishna. Istilah kesadaran Krishna" mengandung arti bahwa orang yang sadar seperti itu adalah rohaniwan yang mantap dalam Krishna dan sudah melampaui hal-hal duniawi walaupun ia masih hidup di dunia ini. Krishna, menyatakan di sini dengan jelas mayi te: Mereka berada di dalam Diri-Ku." Sewajarnya, sebagai akibatnya, Krishna juga selalu berada di dalam diri mereka. Ini merupakan hal yang bertimbal balik. Hal ini juga menjelaskan kata-kata ye yatha mam prapadyante tams tathāiva bhajamy aham: Siapapun yang menyerahkan diri kepada-Ku, Aku memelihara dia setimpal dengan penyerahan diri itu." Balasan rohani tersebut berjalan karena Tuhan dan seorang penyembah kedua-duanya sadar. Bila berlian dipasang pada cincin emas, kelihatannya indah sekali. Cincin emas itu diperindah dan pada saat yang sama berlian mata cincin itu juga diperindah. Tuhan dan makhluk hidup cemerlang untuk selamanya, dan bila makhluk hidup berminat untuk berbhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, makhluk itu kelihatan seperti emas. Tuhan Yang Maha Esa adalah seperti berlian. Karena itu, gabungan tersebut sangat bagus. Para makhluk hidup dalam keadaan murni disebut penyembah-penyembah. Tuhan Yang Maha Esa menjadi penyembah para penyembah-Nya. Kalau tidak ada hubungan yang bertimbal balik antara seorang penyembah dengan Tuhan, tidak mungkin ada filsafat yang mengakui bentuk pribadi Tuhan. Dalam filsafat yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, tidak ada hubungan yang bertimbal balik antara Yang Mahakuasa dan makhluk hidup, tetapi dalam filsafat yang mengakui bentuk pribadi Tuhan, ada hubungan bertimbal balik seperti itu.
Contoh yang sering dikemukakan ialah bahwa Tuhan adalah pohon yang memenuhi keinginan, dan Krishna menyediakan apapun yang diinginkan oleh seseorang dari pohon yang memenuhi keinginan itu. Tetapi di sini penjelasannya lebih lengkap. Di sini dinyatakan bahwa Tuhan menyayangi para penyembah. Inilah perwujudan karunia Krishna yang istimewa terhadap penyembah-Nya. Balasan cinta-bhakti Tuhan hendaknya jangan dianggap sesuatu di bawah hukum karma. Balasan cinta-bhakti itu termasuk keadaan rohani. Tuhan Yang Maha Esa dan para penyembah-Nya bekerja dalam keadaan rohani itu. Bhakti kepada Tuhan bukan suatu kegiatan dunia material ini; bhakti adalah bagian dari dunia rohani, tempat kekekalan, kebahagiaan dan pengetahuan berkuasa.