jñÄna-yajñena cÄpy anye
yajanto mÄm upÄsate
ekatvena pṛthaktvena
bahudhÄ viÅ›vato-mukham
jñÄna-yajñena—dengan mengembangkan pengetahuan; ca—juga; api—pasti; anye—orang lain; yajantaḥ—mengorbankan; mÄm—Aku; upÄsate—menyembah;ekatvena—dalam persatuan; prÌ£thaktvena—dalam sifat yang mendua; bahudhÄ—dalam keanekaan; viÅ›vatahÌ£-mukham—dan dalam bentuk semesta.
Ayat ini meringkas ayat-ayat sebelumnya. Krishna memberitahukan kepada Arjuna bahwa orang yang sadar akan Krishna secara murni dan tidak mengenal sesuatu pun selain Krishna disebut mahatma; namun ada orang yang belum mencapai kedudukan mahatma secara tepat tetapi menyembah Krishna dengan cara-cara yang lain. Beberapa di antaranya sudah diuraikan sebagai orang yang berdukacita, orang yang kekurangan uang, orang yang ingin tahu, dan orang yang sibuk mengembangkan pengetahuan. Tetapi ada orang lain lagi yang kedudukannya lebih rendah, dan orang ini dibagi menjadi tiga kelompok: (1) orang yang menyembah Diri-Nya sendiri sebagai yang bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa, (2) orang yang membayangkan suatu bentuk Tuhan Yang Maha Esa dan menyembah bentuk itu, dan (3) orang yang mengakui bentuk semesta, yaitu viśva-rūpa Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan menyembah bentuk itu. Di antara ketiga golongan tersebut, yang paling dominan adalah golongan yang paling rendah, yaitu orang yang menyembah Diri-Nya sendiri sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Mereka menganggap Diri-Nya penganut filsafat monisme atau filsafat yang menganggap makhluk hidup menunggal dengan Tuhan Yang Maha Esa. Orang seperti itu menganggap Diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Dengan sikap mental seperti itu, mereka menyembah Diri-Nya sendiri. Ini juga merupakan sejenis sembahyang kepada Tuhan, sebab mereka mengerti bahwa Diri-Nya bukan badan jasmani tetapi Diri-Nya adalah sang roh; sekurang-kurangnya, pengertian seperti itu menonjol. Pada umumnya orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan menyembah Tuhan Yang Maha Esa seperti ini. Golongan kedua termasuk orang yang menyembah dewa, mereka yang karena khayalannya sendiri menganggap bahwa bentuk manapun adalah bentuk Tuhan Yang Maha Esa. Golongan ketiga termasuk orang yang tidak dapat membayangkan sesuatu pun di luar manifestasi alam material ini. Mereka menganggap alam semesta adalah benda hidup yang paling utama, atau kesatuan yang paling utama. Karena itu mereka menyembah bentuk alam semesta. Alam semesta juga salah satu bentuk Tuhan.