yad aksÌ£aramÌ veda-vido vÄdÄnti
viÅ›anti yad yatayo vÄ«ta-rÄgÄhÌ£
yad icchanto brahmacaryamÌ caranti
tat te padamÌ saÅ„grahenÌ£a pravaksÌ£ye
yat—itu yang; aksÌ£aram—suku kata om; veda-vidaḥ—orang yang menguasai Veda; vÄdÄnti—mengatakan; viÅ›anti—masuk; yat—dalam itu; yatayaḥ—resi-resi yang mulia; vÄ«ta-rÄgÄḥ—pada tingkat hidup untuk meninggalkan hal-hal duniawi; yat—itu yang; icchantaḥ—menginginkan; brahmÄcÄryam—berpantangan hubungan suami isteri; caranti—berlatih; tat—itu; te—kepada engkau; padam—keadaan; saÅ„grahenÌ£a—sebagai ringkasan; pravaksÌ£ye—Aku akan menjelaskan.Â
Sri Krishna telah menganjurkan latihan sat-cakrayoga kepada Arjuna. Dalam sat-cakrayoga, seseorang menempatkan udara kehidupan ditengah-tengah antara kedua alis matanya. Krishna menduga bahwa mungkin Arjuna belum mengetahui cara berlatih sat-cakrayoga. Karena itu, Krishna menjelaskan proses tersebut dalam ayat-ayat berikut. Krishna menyatakan walaupun Brahman adalah yang satu dan tiada duanya, Brahman mempunyai berbagai manifestasi dan ciri. Khususnya bagi orang yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan, akṣara, atau oḿ-kāra—suku kata om—identik dengan Brahman. Di sini Krishna menjelaskan tentang Brahman yang tidak bersifat pribadi. Resi-resi pada tingkatan hidup untuk meninggalkan hal-hal duniawi masuk ke dalam Brahman itu.
Dalam sistem pengetahuan Veda, sejak awal murid-murid diajarkan cara mengucapkan kata om, dan mereka belajar tentang Brahman yang tidak bersifat pribadi dan paling tinggi dengan cara hidup bersama guru kerohanian dan berpantang hubungan suami isteri sama sekali. Dengan cara demikian, mereka menginsafi dua aspek Brahman. Latihan ini sangat diperlukan supaya seorang siswa maju dalam kehidupan rohani, tetapi saat ini hidup sebagai brahmacari (tidak menikah dan berpantang hubungan suami isteri sepenuhnya) tidak mungkin. Susunan masyarakat dunia sudah mengalami perubahan yang begitu besar sehingga tidak mungkin seseorang berpantang hubungan suami isteri sejak dia mulai berguru dan menjadi murid. Di seluruh dunia ada banyak lembaga untuk berbagai jenis pengetahuan, tetapi belum ada suatu lembaga yang diakui untuk mendidik siswa-siswa dalam prinsip-prinsip brahmacari. Kalau seseorang tidak berlatih pantangan hubungan suami isteri, kemajuan dalam kehidupan rohani sulit sekali. Karena itu, Sri Caitanya Mahaprabhu mengumumkan bahwa pada jaman ini, menurut aturan Kitab suci untuk jaman Kali ini, satu-satunya proses menginsafi Yang Mahakuasa yang mungkin dijalankan ialah cara memuji nama-nama suci Sri Krishna: Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare/ Hare Rāma Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare.