उदाराः सरà¥à¤µ à¤à¤µà¥ˆà¤¤à¥‡ जà¥à¤žà¤¾à¤¨à¥€ तà¥à¤µà¤¾à¤¤à¥à¤®à¥ˆà¤µ मे मतमॠ।
आसà¥à¤¥à¤¿à¤¤à¤ƒ स हि यà¥à¤•à¥à¤¤à¤¾à¤¤à¥à¤®à¤¾ मामेवानà¥à¤¤à¥à¤¤à¤®à¤¾à¤‚ गतिमॠ॥१८॥

udÄrÄhÌ£ sarva evaite

jñÄnÄ« tv Ätmaiva me matam

ÄsthitahÌ£ sa hi yuktÄtmÄ

mÄm evÄnuttamÄmÌ gatim

udÄrÄḥ—murah hati; sarve—semua; evÄ—pasti; ete—ini; jñÄnī—orang yang memiliki pengetahuan; tu—tetapi; ÄtmÄ eva—seperti Diri-Ku; me—milik -Ku;matam—pendapat; ÄsthitÄḥ—mantap; saḥ—dia; hi—pasti; yukta-ÄtmÄ—tekun dalam bhakti; mÄm—dalam Diri-Ku; evÄ—pasti; anuttamÄm—tertinggi; gatim—tujuan.


Sloka

Semua penyembah tersebut tentu saja roh yang murah hati, tetapi orang yang mantap dalam pengetahuan tentang-Ku Aku anggap seperti Diri-Ku Sendiri. Oleh karena dia tekun dalam bhakti rohani kepada-Ku, dia pasti mencapai kepada-Ku, tujuan tertinggi yang paling sempurna.

Penjelasan

Setelah dibebaskan dari segala pencemaran keinginan material, orang yang berdukacita, orang yang ingin tahu, orang yang kehabisan uang dan orang yang mencari pengetahuan yang paling utama semua dapat menjadi penyembah yang murni. Tetapi di antara mereka, orang yang memiliki pengetahuan tentang Kebenaran Mutlak dan bebas dari segala keinginan material menjadi penyembah Tuhan yang sungguh-sungguh murni. Di antara empat golongan, seorang penyembah yang memiliki pengetahuan sepenuhnya dan pada waktu yang sama tekun dalam bhakti adalah yang paling baik, menurut sabda Krishna. Dengan mencari pengetahuan, seseorang menginsafi bahwa Diri-Nya berbeda dari badan jasmaninya, dan bila ia sudah maju lebih lanjut, ia mencapai pengetahuan tentang Brahman yang tidak bersifat pribadi dan Paramatma. Bila seseorang disucikan sepenuhnya, ia menginsafi bahwa kedudukan dasarnya sebagai hamba Tuhan yang kekal. Melalui pergaulan dengan penyembah-penyembah murni, orang yang ingin tahu, orang yang berduka cita, orang yang mencari keuntungan material dan orang yang memiliki pengetahuan juga semua menjadi murni. Tetapi pada tahap persiapan, orang yang memiliki pengetahuan sepenuhnya tentang Tuhan Yang Maha Esa dan pada waktu yang sama melaksanakan bhakti sangat dicintai oleh Tuhan. Orang yang mantap dalam pengetahuan murni tentang sifat rohani Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa dilindungi dalam bhakti sehingga pengaruh material tidak dapat menyentuh Diri-Nya.

Tidak dimaksud bahwa penyembah-penyembah yang memiliki pengetahuan yang kurang lengkap tidak dicintai oleh Tuhan. Krishna menyatakan bahwa semuanya murah hati, sebab siapapun yang mendekati Tuhan dengan tujuan apapun disebut seorang mahatma, atau roh yang mulia. Penyembah-penyembah yang ingin mendapat suatu keuntungan dari bhakti diterima oleh Krishna, sebab ada balasan cinta-bhakti. Karena kasih sayang mereka meminta suatu keuntungan material dari Tuhan, dan bila mereka dipuaskan dengan cara seperti itu mereka juga maju dalam bhakti. Tetapi seorang penyembah yang memiliki pengetahuan yang lengkap sangat dicintai oleh Krishna, sebab satu-satunya tujuannya ialah mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cinta-bhakti. Seorang penyembah seperti itu tidak dapat hidup selama sedetikpun tanpa mengadakan hubungan atau mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu pula, Tuhan Yang Maha Esa sangat mencintai penyembah-Nya dan tidak dapat dipisahkan dari penyembah itu.

Dalam Srimad-Bhagavatam (9.4.68), Krishna bersabda:

sādhavo hṛdayaḿ mahyaḿ

sādhūnāḿ hṛdayaḿ tv aham

mad-anyat te na jānanti

nāhaḿ tebhyo manāg api

“Para penyembah selalu di dalam hati-Ku, dan Aku selalu di dalam hati para penyembah. Seorang penyembah tidak mengetahui sesuatupun di luar Diri -Ku. Akupun tidak dapat melupakan penyembah. Ada hubungan yang akrab sekali antara Aku dan para penyembah yang murni. Para penyembah murni yang memiliki pengetahuan lengkap tidak pernah lepas dari hubungan rohani, dan karena itu, Aku sangat mencintai mereka."