daivÄ« hy esÌ£Ä gunÌ£a-mayÄ«
mama mÄyÄ duratyayÄ
mÄm eva ye prapadyante
mÄyÄm etÄmÌ taranti te
daivī—rohani; hi—pasti; eṣėini; gunÌ£a-mayī—terdiri dari tiga sifat alam material; mama—milik-Ku; mayÄ—tenaga; duratyayÄ—sulit sekali diatasi; mÄm—kepada-Ku; evÄ—pasti; ye—orang yang; prapadyante—menyerahkan diri; mÄyÄm etÄm—tenaga ini yang mengkhayalkan; taranti—mengatasi; te—mereka.
Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa mempunyai tenaga-tenaga yang jumlahnya tidak dapat dihitung, dan semua tenaga itu bersifat rohani. Para makhluk hidup, adalah bagian dari tenaga-tenaga Tuhan, dan karena itu mereka bersifat rohani. Walaupun demikian, oleh karena hubungan para makhluk hidup dengan tenaga material, kekuatan utamanya yang asli ditutupi. Kalau seseorang ditutupi oleh tenaga material seperti itu, ia tidak mungkin mengatasi pengaruhnya. Sebagaimana sudah dinyatakan sebelumnya, baik alam material maupun alam rohani yang berasal dari Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah kekal. Para makhluk hidup termasuk tenaga utama yang kekal dari Tuhan, tetapi oleh karena pengaruh tenaga yang rendah, yaitu alam material, khayalan mereka juga bersifat kekal. Karena itu, roh yang terikat disebut nityabaddha, atau terikat untuk selamanya. Tiada seorangpun yang dapat menentukan sejarah ia menjadi terikat pada tanggal tertentu dalam sejarah material. Sebagai akibatnya, walaupun alam material itu adalah tenaga yang rendah, pembebasan roh terikat dari cengkraman alam material sangat sulit sebab tenaga material pada hakekatnya dijalankan oleh kehendak Yang Mahakuasa, yang tidak dapat diatasi oleh makhluk hidup. Alam material yang rendah didefinisikan di sini sebagai alam rohani karena hubungannya bersifat rohani dan karena alam bergerak atas kehendak Yang Mahakuasa. Oleh karena alam material dijalankan atas kehendak Yang Mahakuasa, walaupun alam bersifat rendah, alam bertindak dengan begitu ajaib dalam menciptakan dan meleburkan manifestasi alam semesta. Kenyataan ini dibenarkan dalam Veda sebagai berikut: mayā mrtu prakṛtim vidyan mayinam tu mahesvaram. Walaupun mayā (khayalan) adalah palsu dan sementara, latar belakang mayā adalah ahli kebatinan yang paling utama, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, yang bernama Mahesvara, atau Penguasa Yang Paling Utama." (svetasvatara Upanisad 4.10)
Kata guna juga berarti tali; harus dimengerti bahwa roh yang terikat diikat ketat oleh tali-tali khayalan. Jika tangan dan kaki seseorang diikat, ia tidak dapat membebaskan diri—ia harus ditolong oleh orang yang tidak diikat. Oleh karena orang yang terikat tidak dapat membantu orang yang diikat, yang menyelamatkan haruslah orang yang sudah bebas. Karena itu, hanya Sri Krishna, atau utusan yang dapat dipercaya dari Krishna, yaitu guru kerohanian, dapat membebaskan roh yang terikat. Tanpa bantuan utama seperti itu, seseorang tidak dapat dibebaskan dari ikatan alam material. Bhakti atau kesadaran Krishna, dapat membantu seseorang untuk memperoleh pembebasan seperti itu. Oleh karena Krishna adalah penguasa tenaga yang mengkhayalkan, Beliau dapat menyuruh kepada tenaga yang tidak dapat diatasi tersebut agar roh yang terikat dibebaskan. Krishna memerintahkan pembebasan tersebut atas karunia-Nya yang tiada sebabnya terhadap roh yang sudah menyerahkan diri dan atas kasih sayang Beliau sebagai ayah terhadap makhluk hidup, yang semula menjadi anak kesayangan-Nya. Karena itu, menyerahkan diri kepada kakipadma Tuhan adalah satu-satunya cara untuk dibebaskan dari cengkraman alam material yang keras. Kata-kata mam eva juga bermakna. Mam di sini berarti kepada Krishna (Visnu), bukan Brahma atau Siva. Walaupun kedudukan Brahma dan Siva tinggi sekali dan hampir sejajar dengan Visnu, namun sebagai penjelmaan-penjelmaan rajo-guna (nafsu) dan tamo-guna (kebodohan), mereka tidak dapat membebaskan roh yang terikat dari cengkraman mayā. Brahma dan Siva juga kadang-kadang dipengaruhi oleh mayā. Hanya Visnu yang menguasai mayā. Karena itu, hanya Visnu yang dapat menganugerahkan pembebasan kepada roh yang terikat. Dalam Veda (svetasvatara Upanisad 3.8) kenyataan ini dibenarkan dengan kata-kata tvām eva viditvā, atau Pembebasan hanya dimungkinkan dengan cara mengerti tentang Krishna." Dewa Siva membenarkan bahwa pembebasan dapat dicapai hanya atas karunia Visnu. Dewa Siva bersabda, mukti pradata sarveṣām Visnur eva na saḿśayaḥ. Tidak dapat diragu-ragukan bahwa Visnulah yang menganugerahkan pembebasan kepada semua orang."