sarva-bhÅ«ta-stham ÄtmÄnamÌ
sarva-bhÅ«tÄni cÄtmani
Ä«ksÌ£ate yoga-yuktÄtmÄ
sarvatra sama-darśanaḥ
sarva-bhÅ«ta-stham—bersemayam di dalam semua makhluk; ÄtmanÄm—Roh Yang Utama; sarva—semua; bhÅ«tÄni—para makhluk-makhluk; ca—juga; Ätmani—di dalam sang diri; īksÌ£ate—melihat; yoga-yukta-ÄtmÄ—orang yang dihubungkan dalam kesadaran Krishna; sarvatra—di mana-mana; sama-darÅ›anaḥ—melihat dengan cara yang sama.
Seorang yogi yang sadar akan Krishna melihat secara sempurna karena dia melihat Krishna, Tuhan Yang Mahakuasa, bersemayam di dalam hati semua orang sebagai Roh Yang Utama (Paramatma). īśvaraḥ sarva bhūtānām hrd-dese 'rjuna tiṣṭhati. Tuhan dalam aspek-Nya sebagai Paramatma bersemayam di dalam hati seekor anjing dan juga di dalam hati seorang brahmaṇā. Seorang yogi yang sempurna mengetahui bahwa Tuhan bersifat rohani untuk selamanya dan tidak terpengaruh secara material bila Beliau berada di dalam hati seekor anjing atau seorang brahmaṇā. Itulah sifat Maha netral Tuhan. Sang roh yang individual juga bersemayam di dalam hati setiap individu, tetapi dia tidak berada dalam hati semua makhluk sekaligus. Itulah perbedaan antara roh yang individual dan Roh Yang Utama. Orang yang belum sungguh-sungguh berlatih yoga tidak dapat melihat dengan begitu jelas. Orang yang sadar akan Krishna dapat melihat Krishna baik di dalam hati orang yang percaya maupun di dalam hati orang yang tidak percaya. Dalam smrti, kenyataan ini dibenarkan sebagai berikut: atatatvac ca mat-rtvacca atma hi paramo harih. Tuhan Yang Maha Esa, sebagai sumber semua makhluk hidup, adalah seperti ibu dan pemelihara. Seperti halnya seorang ibu bersikap netral terhadap semua anak, Ayah (atau Ibu) Yang Paling Utama juga seperti itu. Karena itu, Roh Yang Utama selalu bersemayam dalam hati setiap makhluk hidup.
Secara lahiriah, setiap makhluk hidup juga berada di dalam tenaga Tuhan. Sebagaimana akan dijelaskan dalam Bab Tujuh, pada dasarnya Tuhan mempunyai dua tenaga—yaitu tenaga rohani (atau tenaga utama) dan tenaga material (atau tenaga rendah). Walaupun makhluk hidup adalah bagian dari tenaga utama, ia diikat oleh tenaga yang rendah; makhluk hidup selalu berada di dalam tenaga Tuhan. Setiap makhluk hidup berada di dalam Beliau melalui salah satu di antara kedua cara tersebut.
Seorang yogi melihat dengan penglihatan yang sama karena dia melihat bahwa semua makhluk hidup berada dalam aneka badan menurut hasil pekerjaannya yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil, namun dalam segala keadaan mereka tetap sebagai hamba-hamba Tuhan. Selama makhluk hidup berada di dalam tenaga material, ia mengabdi kepada indera-indera meterial, dan selama dia berada di dalam tenaga rohani, dia mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa secara langsung. Dalam kedua keadaan tersebut, makhluk hidup adalah hamba Tuhan. Daya melihat persamaan seperti ini menjadi sempurna pada orang yang sadar akan Krishna.