tad-buddhayas tad-ātmānas
tan-niṣṭhās tat-parāyaṇāḥ
gacchanty apunar-āvṛttiḿ
jñāna-nirdhūta-kalmaṣāḥ
tat-buddhayaḥ—orang yang memiliki kecerdasan yang selalu berada soal Yang Mahakuasa; tat-ātmanāḥ—orang dengan pikirannya yang selalu berada dalam Yang Mahakuasa; tat-niṣṭhāḥ—orang dengan kepercayaan yang hanya dimaksudkan untuk Yang Mahakuasa; tat-parāyaṇāḥ—yang sudah berlindung sepenuhnya kepada Beliau; gacchanti—pergi; apunaḥ-āvṛttim—kepada pembebasan; jñāna—oleh pengetahuan; nirdhūta—disucikan; kalmaṣāḥ—keragu-raguan.
Kebenaran Rohani Yang Paling Utama ialah Sri Krishna. Seluruh Bhagavad-gita berpusat pada pernyataan bahwa Krishna adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Itulah pernyataan segala kesusasteraan Veda. Paratattva berarti Kesunyataan Yang Paling Utama, yang dimengerti oleh orang yang mengenal Yang Mahakuasa sebagai Brahman, Paramatma dan Bhagavan. Bhagavan atau Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah kata terakhir mengenai Yang Mutlak. Tiada sesuatupun yang melebihi-Nya. Krishna bersabda, mattah parataram nanyat kincid asti dhanañjaya. Brahman yang tidak bersifat pribadi juga berdasarkan Krishna: brahmano hi pratisthaham. Karena itu, Krishna adalah kesunyataan Yang Paling Utama dalam segala hal. Kalau pikiran, kecerdasan, kepercayaan dan tempat perlindungan seseorang selalu berada dalam Krishna, atau dengan kata lain, kalau seseorang sadar akan Krishna sepenuhnya, pasti ia disucikan dari segala keragu-raguan dan memiliki pengetahuan yang sempurna tentang segala sesuatu yang menyangkut kerohanian. Orang yang sadar akan Krishna dapat mengerti sepenuhnya bahwa ada dua kenyataan (persamaan dan individualitas sekaligus) dalam Krishna. Dilengkapi dengan pengetahuan rohani seperti itu, dia dapat maju dengan mantap menempuh jalan menuju pembebasan.