sarve 'py ete yajña-vido
yajña-ksÌ£apita-kalmasÌ£ÄhÌ£
yajña-Å›isÌ£tÌ£ÄmrÌ£ta-bhujo
yÄnti brahma sanÄtanam
sarve—semuanya; api—walaupun kelihatan lain; ete—ini; yajña-vidaḥ—menguasai tujuan untuk melaksanakan korban-korban suci; yajña-ksÌ£apita—dengan disucikan sebagai hasil pelaksanaan kegiatan seperti itu; kalmasÌ£Äh— dari reaksi-reaksi dosa; yajña-Å›isÌ£tÌ£a—dari hasil pelaksanaan yajñÄ seperti itu; amrÌ£ta-bhujaḥ—orang yang sudah merasakan manis yang kekal seperti itu; yÄnti—mendekati; brahma—Yang Mahakuasa; sanÄtanam—alam yang kekal.
Dari penjelasan tersebut di atas tentang berbagai jenis korban suci (yaitu mengorbankan harta benda, mempelajari Veda atau ajaran filsafat, dan pelaksanaan sistem yoga), ditemukan bahwa tujuan semuanya ialah untuk mengendalikan indera-indera. Kepuasan indera-indera adalah akar kehidupan material. Karena itu, kalau seseorang belum mantap pada tingkat diluar kepuasan indera-indera, maka tidak ada kemungkinan dia akan diangkat sampai tingkat kekal dengan pengetahuan penuh, kebahagiaan yang penuh dan kehidupan yang penuh. Tingkat tersebut berada dalam lingkungan yang kekal, atau lingkungan Brahman. Segala korban suci tersebut di atas membantu seseorang supaya Diri-Nya disucikan dari reaksi-reaksi dosa kehidupan material. Dengan kemajuan tersebut dalam kehidupan, seseorang tidak hanya berbahagia dan kaya dalam hidup ini, tetapi pada akhirnya dia juga memasuki kerajaan Tuhan yang kekal, baik ia menunggal ke dalam Brahman yang tidak bersifat pribadi maupun ia bergaul dengan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna.