cÄtur-varnÌ£yamÌ mayÄ srÌ£sÌ£tÌ£amÌ
gunÌ£a-karma-vibhÄgaÅ›ahÌ£
tasya kartÄram api mÄmÌ
viddhy akartÄram avyayÄm
cÄtuhÌ£-varnÌ£yam—empat bagian masyarakat manusia; mayÄ—oleh-Ku; srÌ£sÌ£tÌ£am—diciptakan; gunÌ£a—dari sifat; karma—dan pekerjaan; vibhÄgaÅ›aḥ—menurut pembagian; tasya—dari itu; kartÄram—ayah; api—walaupun; mÄm—Aku; viddhi—engkau dapat mengetahui; akartÄram—sebagai yang tidak melakukan;avyayÄm—tidak dapat diubah.
Tuhan adalah pencipta segala sesuatu. Segala sesuatu dilahirkan dari Beliau, segala sesuatu dipelihara oleh Beliau, dan sesudah peleburan, segala sesuatu bersandar di dalam Beliau. Karena itu, Tuhan adalah Pencipta empat bagian susunan masyarakat, mulai dari golongan manusia yang cerdas, yang disebut dengan istilah brahmaṇā karena mereka mantap dalam sifat kebaikan. Golongan kedua adalah golongan administrator, yang disebut dengan istilah ksatriya karena mereka berada dalam sifat nafsu. Para pedagang, yang disebut dengan istilah vaisya, berada dalam sifat-sifat nafsu dan kebodohan, dan para sudra, atau golongan buruh, berada dalam sifat kebodohan alam material. Walaupun Krishna menciptakan empat bagian dalam masyarakat manusia, Beliau Sendiri tidak termasuk salah satu dari bagian-bagian itu, sebab Beliau bukan salah satu di antara roh-roh terikat. Sebagian roh-roh yang terikat itu merupakan masyarakat manusia. Masyarakat manusia mirip dengan masyarakat binatang lainnya, tetapi untuk mengangkat manusia dari tingkat binatang, empat bagian tersebut di atas diciptakan oleh Tuhan untuk mengembangkan kesadaran Krishna secara sistematis. Kecenderungan seorang manusia terhadap pekerjaan ditentukan oleh sifat-sifat alam material yang telah diperolehnya. Gejalagejala kehidupan seperti itu, menurut aneka sifat alam, diuraikan dalam Bab Delapan Belas dari Bhagavad-gita. Akan tetapi, orang yang sadar akan Krishna berada di atas brahmaṇā. Menurut sifatnya, seharusnya seorang brahmaṇā mengetahui tentang Brahman, Kebenaran Mutlak Yang Paling Utama. Kebanyakan brahmaṇā hanya mendekati Brahman yang tidak berbentuk pribadi sebagai suatu manifestasi dari Sri Krishna. Tetapi hanya orang yang melampaui pengetahuan terbatas yang dimiliki seorang brahmaṇā dan mencapai pengetahuan tentang Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna, dapat menjadi orang yang sadar akan Krishna—atau dengan kata lain, seorang vaisnava. Kesadaran Krishna termasuk segala pengetahuan tentang aneka penjelmaan yang berkuasa penuh dari Krishna yaitu; Rāma, Nrsimha, Varaha, dan lain-lain. Akan tetapi, Krishna melampaui sistem tersebut yang terdiri dari empat bagianmasyarakat manusia. Orang yang sadar akan Krishna juga melampaui segala bagian masyarakat manusia, baik bagian menurut masyarakat, bangsa mau pun jenis kehidupan.