mayi sarvÄnÌ£i karmanÌ£i
sannyasyÄdhyÄtma-cetasÄ
nirÄśīr nirmamo bhÅ«tvÄ
yudhyasva vigata-jvaraḥ
mayi—kepada-Ku; sarvÄni—segala jenis; karmanÌ£i—kegiatan; sannyasya—meninggalkan sepenuhnya; adhyÄtma—dengan pengetahuan lengkap tentang sang diri; cetasÄ—oleh kesadaran; nirÄśīḥ—tanpa keinginan untuk keuntungan; nirmamaḥ—tanpa hak milik; bhÅ«tvÄ—menjadi demikian; yudhyasva—bertempur;vigata-jvaraḥ—tanpa menjadi malas.
Ayat ini menunjukkan maksud Bhagavad-gita dengan jelas. Krishna mengajarkan bahwa orang harus menjadi sadar akan Krishna sepenuhnya untuk melaksanakan tugas kewajiban, seolah-olah dalam disiplin militer. Perintah seperti itu barangkali menimbulkan sedikit kesulitan. Walaupun demikian, tugas-tugas kewajiban harus dilaksanakan, dengan bergantung kepada Krishna, sebab itulah kedudukan dasar makhluk hidup. Makhluk hidup tidak mungkin berbahagia lepas dari kerjasama dengan Tuhan Yang Maha Esa, sebab kedudukan dasar kekal makhluk hidup ialah kedudukan menaklukkan diri pada kehendak Tuhan. Karena itu, Arjuna disuruh bertempur oleh Sri Krishna seolah-olah Krishna menjadi komandannya dalam tentara. Seseorang harus mengorbankan segala sesuatu demi kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang baik, dan pada waktu yang sama melakukan tugas-tugas kewajiban tanpa menuntut hak milik. Arjuna tidak harus mempertimbangkan perintah Krishna; dia hanya harus melaksanakan perintah Beliau. Tuhan Yang Maha Esa adalah Roh Yang Utama bagi semua roh; karena itu, orang yang bergantung sepenuhnya kepada Roh Yang Utama tanpa pertimbangan pribadi, atau dengan kata lain, orang sadar akan Krishna sepenuhnya, disebut adhyātmacetas, nirāśīḥ berarti seseorang harus bertindak atas perintah atasan tetapi hendaknya jangan mengharapkan hasil atau pahala. Seorang kasir barangkali menghitung uang sebanyak bermiliyard-miliyard rupiah untuk majikannya, tetapi dia tidak menuntut satu rupiahpun untuk Diri-Nya. Begitupula, orang harus menginsafi bahwa tiada sesuatupun di dunia ini yang dimiliki oleh seseorang secara pribadi, melainkan segala sesuatu adalah milik Tuhan Yang Maha Esa. Itulah arti sejati kata mayi, atau kepada-Ku." Apabila seseorang bertindak dalam kesadaran Krishna seperti itu, pasti dia tidak menuntut hak milik atas segala sesuatu. Kesadaran ini disebut nirmama, atau tiada sesuatu yang menjadi milik saya." Kalau ada rasa enggan untuk melaksanakan perintah yang tegas itu, yang tidak mempertimbangkan apa yang disebut sanak keluarga dalam hubungan jasmani, maka rasa enggan tersebut hendaknya dibuang. Dengan cara demikian, seseorang dapat menjadi vigata jvara atau bebas dari demam mental atau sifat malas. Semua orang mempunyai jenis pekerjaan tertentu yang harus dilaksanakan menurut sifat dan kedudukannya, dan segala tugas kewajibannya itu dapat dilaksanakan dalam kesadaran Krishna, sebagaimana diuraikan di atas. Itu akan membawa Diri-Nya sampai jalan menuju pembebasan.