Å›rÄ«-bhagavÄn uvÄca
loke 'smin dvi-vidhÄ nisÌ£tÌ£hÄ
purÄ proktÄ mayÄnagha
jñÄna-yogena sÄÅ„khyÄnÄmÌ
karma-yogena yoginÄm
ÅšrÄ«-bhagavÄn  uvÄca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; loke—di dunia; asmin—ini; dvi-vidhÄ—dua jenis; nisÌ£tÌ£hÄ—keyakinan; purÄ—tadi; proktÄ—dikatakan; mayÄ—oleh-Ku; anagha—wahai yang tidak berdosa; jñÄna-yogena—oleh proses pengetahuan untuk menghubungkan; sÄÅ„khyÄnÄm—mengenai para filosof yang mendasarkan pengetahuannya pada percobaan; karma-yogena—oleh proses penghubungan bhakti; yoginÄm—mengenai para penyembah. .
Dalam Bab Dua, ayat 39, Krishna menjelaskan dua jenis prosedur—yaitu sankhya-yoga dan karma-yoga, atau buddhi-yoga. Dalam ayat ini, Krishna menerangkan hal yang sama dengan cara yang lebih jelas. Sāńkhya-yoga, atau mempelajari sifat kerohanian dan alam secara analisis, adalah mata pelajaran bagi orang yang berminat untuk berangan-angan dan mengerti tentang hal-hal melalui pengetahuan dan filsafat berdasarkan percobaan. Golongan manusia yang lain bekerja dalam kesadaran Krishna, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 61 dari Bab Dua. Krishna juga sudah menjelaskan dalam ayat 39, seseorang dapat dibebaskan dari ikatan perbuatan kalau ia bekerja menurut prinsip-prinsip buddhi-yoga, atau dengan kesadaran Krishna; di samping itu tidak ada kelemahan dalam proses tersebut. Prinsip yang sama diterangkan dengan lebih jelas dalam ayat 61—yaitu bahwa buddhi-yoga tersebut berarti bergantung sepenuhnya kepada Yang Mahakuasa (atau lebih tepat kepada Krishna), dan dengan cara demikian semua indera dapat dikendalikan dengan mudah sekali. Karena itu, kedua yoga tersebut bergantung satu sama lain, sebagai halnya agama dan filsafat. Agama tanpa filsafat adalah perasaan yang dangkal, atau kadang-kadang sikap fanatik, sedangkan filsafat tanpa agama adalah angan-angan pikiran. Tujuan utama adalah Krishna, sebab para filosof yang juga mencari Kebenaran Mutlak secara tulus ikhlas akhirnya mencapai kesadaran Krishna. Ini juga dinyatakan dalam Bhagavad-gita. Seluruh proses adalah mengerti kedudukan sejati sang diri berhubungan dengan Diri Yang Utama. Proses tidak langsung ialah angan-angan filsafat, yang memungkinkan seseorang berangsur-angsur mencapai tingkat kesadaran Krishna; dan cara lain ialah langsung menghubungkan segala sesuatu dalam kesadaran Krishna. Di antara dua jalan tersebut, jalan kesadaran Krishna lebih baik, sebab jalan kesadaran Krishna tidak tergantung pada penyucian indera-indera melalui proses filsafat. Kesadaran Krishna sendiri adalah proses penyucian, dan cara bhakti secara langsung sekaligus mudah dan mulia.