saha-yajñÄhÌ£ prajÄhÌ£ srÌ£sÌ£tÌ£vÄ
purovÄca prajÄpatihÌ£
anena prasaviṣyadhvam
esÌ£a vo 'stv isÌ£tÌ£a-kÄma-dhuk
saha— beserta; yajñaḥ—korban-korban suci; prajÄḥ—generasigenerasi; srÌ£sÌ£tÌ£vÄ—menciptakan; purÄ—pada jaman purbakala; uvÄca—bersabda; prajÄ-patiḥ—penguasa para makhluk hidup; anena—oleh ini; prasavisÌ£yadhvam—menjadi semakin makmur; esÌ£aḥ— ini; vaḥ—milik engkau; astu—agar ada; isÌ£tÌ£a—segala benda yang diinginkan; kÄma-dhuk—yang menganugerahkan.
Ciptaan material yang disediakan oleh Penguasa seluruh makhluk hidup (Visnu) adalah sebagai kesempatan yang ditawarkan kepada roh-roh yang terikat untuk pulang—kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semua makhluk hidup dalam ciptaan meterial diikat oleh alam material karena mereka lupa akan hubungannya dengan Visnu, atau Krishna, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip-prinsip Veda dimaksudkan untuk membantu kita dalam usaha mengerti hubungan kekal tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam Bhagavad-gita: vedais ca sarvair aham eva vedyah. Krishna menyatakan bahwa maksud Veda ialah untuk mengerti tentang Krishna. Dalam mantra-mantra Veda dinyatakan: patim visvasyātmesvaram. Karena itu, Penguasa para makhluk hidup ialah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Visnu. Dalam Srimad-Bhagavatam (2.4.20) Srila Sukadeva Gosvami menguraikan tentang Tuhan sebagai pati dengan banyak cara:
śriyaḥ patir yajña-patiḥ prajā-patir
dhiyāḿ patir loka-patir dharā-patiḥ
patir gatiś cāndhaka-vṛṣṇi-sātvatāḿ
prasīdatāḿ me bhagavān satāḿ patiḥ
Prājā pati adalah Sri Visnu, Sri Visnu adalah Penguasa semua makhluk hidup, semua dunia, dan semua keindahan, dan Pelindung semua makhluk. Tuhan menciptakan dunia material ini untuk memungkinkan roh-roh yang terikat mempelajari cara melakukan yajñā (korban-korban suci) demi kepuasan Visnu, supaya selama berada di dunia material mereka dapat hidup dengan cara yang sangat menyenangkan tanpa kecemasan dan sesudah badan material yang dihuninya sekarang berakhir, mereka dapat memasuki kerajaan Tuhan. Itulah seluruh acara bagi roh yang terikat. Dengan pelaksanaan yajñā, roh-roh yang terikat berangsur-angsur menjadi sadar akan Krishna dan menjadi suci dalam segala hal. Pada jaman Kali ini, sankirtana yajñā (memuji nama-nama suci Tuhan) dianjurkan oleh Kitab-kitab suci Veda, dan sistem rohani tersebut dimulai oleh Sri Caitanya untuk menyelamatkan semua manusia pada jaman ini. Sankirtana yajñā dan kesadaran Krishna cocok satu sama lain. Sri Krishna dalam bentuk Beliau sebagai penyembah (sebagai Sri Caitanya) disebut dalam Srimad-Bhagavatam (11.5.29), dengan menyebutkan sankirtana yajñā secara khusus, sebagai berikut:
kṛṣṇa-varṇaḿ tviṣākṛṣṇaḿ
sāńgopāńgāstra-pārṣadam
yajñaiḥ sańkīrtana-prāyair
yajanti hi su-medhasaḥ
Pada jaman Kali, orang yang cukup cerdas akan menyembah Tuhan, diiringi oleh rekan-rekan Beliau, dengan melaksanakan sankirtana yajñā." yajñā-yajñā lain yang dianjurkan dalam kesusasteraan Veda tidak mudah dilakukan pada jaman Kali ini, tetapi sankirtana yajñā mudah dan mulia untuk segala tujuan, sebagaimana dianjurkan dalam Bhagavad-gita (9.14).