vihāya kāmān yaḥ sarvān
pumāḿś carati niḥspṛhaḥ
nirmamo nirahańkāraḥ
sa śāntim adhigacchati
vihāya—meninggalkan; kāmān—keinginan duniawi untuk kepuasan indera-indera; yaḥ—siapa; sarvān—semua; pumān—seseorang; carati—hidup;niḥspṛhaḥ—bebas dari keinginan; nirmamaḥ—bebas dari rasa memiliki sesuatu; nirahańkāraḥ—bebas dari keakuan palsu; saḥ—dia; śāntim—kedamaian yang sempurna; adhigacchati—mencapai.
Bebas dari keinginan berarti tidak menginginkan sesuatu untuk kepuasan indera-indera. Dengan kata lain, keinginan untuk menjadi sadar akan Krishna sesungguhnya berarti bebas dari keinginan. Mengerti kedudukan kita yang sebenarnya sebagai hamba Krishna yang kekal, tanpa mengatakan secara palsu bahwa badan jasmani ini adalah diri kita dan tanpa menuntut hak milik atas sesuatu pun di dunia ini secara palsu adalah, tingkat kesadaran Krishna yang sempurna. Orang yang mantap pada tingkat kesempurnaan tersebut mengetahui bahwa oleh karena Krishna Pemilik segala sesuatu, segala sesuatu harus digunakan untuk memuaskan Krishna. Arjuna tidak ingin bertempur demi kepuasan indera-indera sendiri, tetapi setelah dia sadar akan Krishna sepenuhnya, dia bertempur karena Krishna menginginkannya. Arjuna tidak mempunyai keinginan sedikit pun untuk bertempur demi Diri-Nya sendiri, tetapi Arjuna yang sama bertempur sekuat tenaga demi Krishna. Kebebasan yang sejati dari keinginan berarti keinginan untuk memuaskan Krishna, bukan usaha yang tidak wajar untuk menghapus keinginan. Makhluk hidup tidak mungkin bebas dari keinginan atau bebas dari indera-indera, tetapi ia harus mengubah sifat keinginan. Orang yang bebas dari keinginan material tentu saja mengetahui bahwa segala sesuatu adalah milik Krishna (isavasyam idam sarvam). Karena itu, dia tidak menuntut hak milik atas benda apa pun secara palsu. Pengetahuan rohani tersebut berdasarkan keinsafan diri—yaitu, menyadari secara sempurna bahwa setiap makhluk hidup adalah bagian kekal dari Krishna yang mempunyai sifat yang sama seperti Krishna dalam identitas rohani. Karena itu, kedudukan makhluk hidup yang kekal tidak pernah sejajar dengan Krishna atau lebih tinggi daripada Krishna. Pengertian kesadaran Krishna tersebut adalah prinsip dasar kedamaian yang sejati.