rāga-dveṣa-vimuktais tu
viṣayān indriyaiś caran
ātma-vaśyair vidheyātmā
prasādam adhigacchati
rāga—ikatan; dveṣa—ketidakterikatan; vimuktaiḥ—oleh orang yang sudah bebas dari; tu—tetapi; viṣayān—obyek-obyek indera; indriyaiḥ—oleh indera-indera; caran—bertindak terhadap; ātma-vaśyaiḥ—di bawah pengendalian seseorang; vidheya-ātmā—orang yang mengikuti kebebasan yang teratur; prasādam—karunia Tuhan; adhigacchati—mencapai.
Sudah dijelaskan bahwa seseorang dapat mengendalikan indera-indera secara lahiriah dengan suatu proses yang tidak wajar, tetapi kalau indera-indera tidak dijadikan tekun dalam pengabdian rohani kepada Tuhan, maka kemungkinan besar dia akan jatuh. Walaupun orang yang sadar akan Krishna sepenuhnya barangkali kelihatannya berada pada tingkat indera-indera, tetapi oleh karena ia sadar akan Krishna, ia tidak mempunyai ikatan apa pun terhadap kegiatan indera-indera itu. Orang yang sadar akan Krishna hanya mempedulikan kepuasan Krishna dan tidak mempedulikan hal-hal lain. Karena itu, dia melampaui segala ikatan dan ketidakterikatan. Kalau Krishna menginginkan, agar seorang penyembah tidak melakukan sesuatu yang umumnya tidak diinginkan walau penyembah itu dapat melakukan apa saja; kalau Krishna tidak menginginkan demikian, dia tidak akan melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan demi kepuasan sendiri. Jadi, dialah yang mengendalikan keputusan untuk bertindak atau tidak bertindak karena dia hanya bertindak di bawah perintah Krishna. Kesadaran tersebut adalah karunia Tuhan yang tiada sebabnya, yang dapat dicapai oleh seorang penyembah walaupun ia terikat pada tingkat indera-indera.