śruti-vipratipannā te
yadā sthāsyāti niścalā
samādhāv acalā buddhis
tadā yogam avāpsyasi
śruti—dari wahyu Veda; vipratipannā—tanpa dipengaruhi oleh hasil atau pahala yang diharapkan; te—milikmu; yadā—apabila; sthāsyāti—tetap; niścalā—tidak bergerak; samādhau—dalam kesadaran rohani, atau kesadaran Krishna; acalā—tidak bergerak; buddhiḥ—kecerdasan; tadā—pada waktu itu; yogam—keinsafan diri; avāpsyasi—engkau akan mencapai.
Kalau kita mengatakan seseorang berada dalam samadhi, itu berarti dia sudah menginsafi kesadaran Krishna sepenuhnya; yaitu, orang dalam samadhi sepenuhnya sudah menginsafi Brahman, Paramatma dan Bhagavan. Kesempurnaan keinsafan diri tertinggi berarti mengerti bahwa diri kita adalah hamba Krishna untuk selamanya dan bahwa satu-satunya urusan kita ialah melaksanakan tugas-tugas kewajiban kita dalam kesadaran Krishna. Orang yang sadar akan Krishna, atau seorang penyembah Tuhan yang tidak pernah menyimpang, hendaknya jangan goyah karena bahasa kiasan dari Veda atau sibuk dalam kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala yang bertujuan untuk naik tingkat sampai kerajaan surga. Dalam kesadaran Krishna, seseorang mengadakan hubungan dengan Krishna secara langsung, dan dengan demikian segala perintah Krishna dapat dimengerti dalam keadaan rohani seperti itu. Seseorang pasti mencapai hasil dan mencapai pengetahuan yang meyakinkan dengan kegiatan seperti itu. Untuk berhasil seseorang hanya harus melaksanakan perintah-perintah Krishna atau utusan Krishna, yaitu guru kerohanian.