nehābhikrama-nāśo 'sti
pratyavāyo na vidyāte
sv-alpam apy asya dharmasya
trāyate mahato bhayāt
na—tidak ada; iha—dalam yoga ini; abhikrama—dalam berusaha; nāśaḥ—kerugian; asti—ada; pratyavāyaḥ—pengurangan; na—tidak pernah; vidyāte—ada;su-alpam—sedikit; api—walaupun; asya—dari ini; dharmasya—pencaharian; trāyate—membebaskan; mahatāḥ—dari yang besar sekali; bhayāt—bahaya.
Kegiatan dalam kesadaran Krishna, atau bekerja demi keuntungan Krishna tanpa mengharapkan kepuasan indera-indera, adalah sifat rohani pekerjaan tertinggi. Kalau seseorang memulai kegiatan ini secara kecil saja ia tidak akan menemukan alangan, dan permulaan yang kecil itu tidak mungkin hilang pada suatu tahap. Pekerjaan mana pun yang dimulai pada tingkat material harus diselesaikan, kalau tidak demikian, seluruh usaha akan gagal. Tetapi pekerjaan apapun yang dimulai dalam kesadaran Krishna membawa efek yang kekal, walaupun pekerjaan itu belum diselesaikan. Karena itu, pelaksanaan pekerjaan seperti itu tidak mengalami kerugian, walaupun pekerjaannya dalam kesadaran Krishna kurang lengkap. Satu persenpun yang dilakukan dalam kesadaran Krishna membawa hasil yang kekal, sehingga awal berikutnya mulai dari tingkat dua persen; sedangkan dalam kegiatan material, tanpa sukses seratus persen, tidak ada keuntungan. Ajamila melaksanakan tugas kewajibannya dalam kesadaran Krishna sampai beberapa persen, tetapi atas karunia Tuhan akhirnya hasil yang dinikmatinya seratus persen. Dalam Srimad-Bhagavatam (1.5.17) ada ayat yang baik sekali sehubungan dengan hal ini:
tyaktvā sva-dharmaḿ
caraṇāmbujaḿ harer
bhajann apakvo 'tha patet tato yadi
yatra kva vābhadram abhūd amuṣya kiḿ
ko vārtha āpto 'bhajatāḿ sva-dharmataḥ
Kalau seseorang meninggalkan tugas-tugas kewajibannya dan bekerja dalam Kesadaran Krishna kemudian jatuh karena belum menyelesaikan pekerjaannya, apa kerugiannya? Sedangkan apa keuntungan seseorang kalau ia melakukan kegiatan materialnya secara sempurna?" Atau, sebagai perbandingan dinyatakan dalam kitab Injil: Apakah keuntungan bagi seseorang kalau ia memperoleh seluruh dunia, namun mengalami kerugian rohnya yang kekal?"
Kegiatan material dan hasilnya berakhir pada saat badan hancur. Tetapi pekerjaan dalam kesadaran Krishna membawa seseorang sampai Kesadaran Krishna sekali lagi, bahkan setelah dia kehilangan badannya. Sekurang-kurang nya seseorang pasti mendapat kesempatan untuk dilahirkan lagi sebagai manusia dalam penjelmaan berikutnya, baik dalam keluarga brahmaṇā yang mempunyai kebudayaan tinggi atau dalam keluarga bangsawan kaya yang akan memberikan kesempatan kepadanya untuk maju lagi dalam bhakti. Itu lah sifat istimewa pekerjaan yang dilakukan dalam kesadaran Krishna.