akīrtiḿ cāpi bhūtāni
kathayiṣyanti te 'vyayām
sambhāvitasya cākīrtir
maraṇād atiricyate
akīrtim—nama yang buruk; ca—juga; api—terutama; bhūtāni—semua orang; kathayiṣyānti—akan membicarakan; te—engkau; avyayām—untuk selamanya;sambhāvitasya—bagi orang yang terhormat; ca—juga; akīrtiḥ—nama yang buruk; maraṇāt—daripada kematian; atiricyate—menjadi lebih daripada.
Baik sebagai kawan maupun sebagai filosof bagi Arjuna, Sri Krishna sekarang memberikan keputusan-Nya yang terakhir mengenai kebijaksanaan Arjuna untuk tidak bertempur. Krishna bersabda, Arjuna, kalau engkau meninggalkan medan perang sebelum perang dimulai, orang akan menjuluki engkau sebagai pengecut. Kalau engkau menganggap bahwa meskipun orang akan menjuluki engkau dengan nama-nama yang buruk, sementara engkau dapat menyelamatkan nyawamu dengan lari dari medan perang, maka nasehat-Ku adalah engkau lebih baik gugur di medan perang. Bagi orang yang terhormat seperti engkau, nama buruk lebih jelek daripada kematian. Karena itu, sebaiknya engkau jangan lari karena takut kehilangan nyawa, lebih baik gugur dalam medan perang. Itu akan menyelamatkan engkau dari nama yang buruk akibat menyalahgunakan persahabatan dengan-Ku dan kehilangan kemashyuranmu dalam masyarakat."
Jadi, keputusan Krishna yang terakhir adalah Arjuna gugur saja dalam perang daripada mengundurkan diri.