sarva-dharmÄn parityajya
mÄm ekamÌ Å›aranÌ£amÌ vrÄjÄ
ahamÌ tvÄmÌ sarva-pÄpebhyo
moksÌ£ayisÌ£yÄmi mÄ Å›ucahÌ£
arva-dharmÄn—segala jenis dharma; parityajya—tinggalkanlah; mÄm—kepada-Ku; ekam—hanya; śaranÌ£am—untuk penyerahan diri; vrÄjÄ—pergi; aham—Aku;tvÄm—engkau; sarva—semua; pÄpebhyaḥ—dari reaksi-reaksi dosa; moksÌ£ayisÌ£yÄmi—akan menyelamatkan; mÄ—jangan; śucaḥ—khawatir.
Krishna sudah menguraikan berbagai jenis pengetahuan dan proses dharma pengetahuan tentang Brahman Yang Paling Utama, pengetahuan tentang Roh Yang Utama, pengetahuan tentang berbagai jenis tingkatan dan golongan hidup masyarakat, pengetahuan tentang tingkatan hidup untuk melepaskan ikatan, pengetahuan tentang ketidakterikatan, cara mengendalikan indera dan pikiran, semadi, dan sebagainya. Krishna sudah menguraikan berbagai jenis dharma dengan berbagai cara. Sekarang dalam ringkasan Bhagavad-gita, Krishna menyatakan bahwa Arjuna harus meninggalkan segala proses tersebut yang sudah dijelaskan kepadanya; sebaiknya ia hanya menyerahkan diri kepada Krishna. Penyerahan diri tersebut akan menyelamatkan Arjuna dari segala jenis reaksi dosa, sebab Krishna Sendiri berjanji untuk melindunginya.
Dalam Bab Delapan dinyatakan bahwa hanya orang yang sudah bebas dari reaksi dosa dapat mulai sembahyang kepada Sri Krishna. Karena itu, mungkin seseorang berpikir bahwa ia belum dapat memulai proses penyerahan diri sampai ia bebas dari segala reaksi dosa. Mengenai keragu-raguan seperti itu, di sini dinyatakan bahwa kalaupun seseorang belum bebas dari segala reaksi dosa, hanya dengan proses penyerahan diri kepada Sri Krishna dengan sendiri-Nya ia dibebaskan. Ia tidak perlu berusaha keras untuk membebaskan Diri-Nya dari reaksi-reaksi dosa. Hendaknya seseorang tidak ragu-ragu untuk mengakui Krishna sebagai Kepribadian Yang Paling Utama yang menyelamatkan semua makhluk hidup. Seseorang harus menyerahkan diri kepada Krishna dengan keyakinan dan cinta-bhakti.
Proses penyerahan diri kepada Krishna diuraikan dalam Haribhaktivilasa (11.676):
ānukūlyasya sańkalpaḥ
prātikūlyasya varjanam
rakṣiṣyatīti viśvāso
goptṛtve varanaḿ tathā
ātma-nikṣepa-kārpaṇye
ṣaḍ-vidhā śaraṇāgatiḥ
Menurut proses bhakti, hendaknya seseorang hanya menerima prinsip-prinsip dharma yang akhirnya akan membawa Diri-Nya sampai bhakti kepada Tuhan. Seseorang dapat melakukan tugas kewajiban tertentu menurut kedudukannya dalam susunan masyarakat, tetapi kalau ia tidak mencapai titik kesadaran Krishna dengan melaksanakan kewajibannya, maka segala kegiatannya sia-sia. Apapun yang tidak membawa seseorang sampai tingkat kesempurnaan kesadaran Krishna hendaknya dihindari. Hendaknya seseorang yakin bahwa dalam segala keadaan, Krishna akan melindungi Diri-Nya terhadap segala kesulitan. Ia tidak perlu berpikir bagaimana cara memelihara jiwa dan raganya. Krishna akan mengatur hal-hal itu. Hendaknya seseorang selalu menganggap Diri-Nya tidak berdaya dan mengakui Krishna sebagai satu-satunya dasar kemajuan dalam kehidupannya. Begitu seseorang tekun dengan serius dalam bhakti kepada Tuhan dan sadar akan Krishna sepenuhnya, ia segera dibebaskan dari segala pengaruh alam material. Ada berbagai proses dharma dan proses penyucian diri melalui pengembangan pengetahuan, samadhi dalam sistem yoga kebatinan dan sebagainya, tetapi orang yang menyerahkan diri kepada Krishna tidak harus melakukan begitu banyak cara. Penyerahan diri kepada Krishna saja akan menyelamatkan Diri-Nya dari pemborosan waktu yang tidak diperlukan. Dengan demikian ia dapat mencapai segala kemajuan dengan segera dan dapat dibebaskan dari segala reaksi dosa.
Hendaknya seseorang tertarik kepada bentuk Krishna yang indah Beliau bernama Krishna karena Beliau menarik hati semua makhluk. Orang yang tertarik pada bentuk Krishna yang tampan, Mahaperkasa dan Mahakuat adalah orang beruntung. Ada berbagai jenis rohaniwan beberapa di antaranya ter tarik pada aspek Roh Yang Utama, dan sebagainya, tetapi ada yang tertarik kepada aspek pribadi Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan tertua ma yang tertarik kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa sebagai Krishna Sendiri adalah rohaniwan yang paling sempurna. Dengan kata lain, bhakti kepada Krishna, dalam kesadaran sepenuhnya, adalah bagian pengetahuan yang paling rahasia, dan inilah hakekat seluruh Bhagavad-gita. Para karma-yogi,para filosof yang mendasarkan pengetahuannya pada percobaan, para ahli kebatinan dan para penyembah semua disebut rohaniwan, tetapi seorang penyembah yang murni adalah yang paling baik di antaranya semuanya. Kata-kata khusus yang digunakan di sini, ma sucah, jangan takut, jangan was-was, jangan khawatir," sangat bermakna. Mungkin seseorang bingung bagaimana cara ia dapat meninggalkan segala jenis bentuk dharma dan hanya menyerahkan diri kepada Krishna, tetapi segala kekhawatiran tersebut tidak berguna.