etāny api tu karmaṇi
sańgaḿ tyaktvā phalāni ca
kartavyānīti me pārtha
niścitaḿ matam uttamam
etāni—dari semua ini; api—pasti; tu—tetapi; karmaṇi—kegiatan; sańgam—pergaulan; tyaktvā—melepaskan ikatan; phalāni—hasil; ca—juga; kartavyāni—harus dilakukan sebagai kewajiban; iti—demikian; me—milik-Ku; pārtha—wahai putera Pṛthā; niścitam—pasti; matam—pendapat; uttamam—terbaik.
Walaupun segala korban suci menyucikan, hendaknya seseorang jangan mengharapkan hasil apapun dengan pelaksanaan korban suci itu. Dengan kata lain, segala korban suci yang bertujuan mencapai kemajuan material dalam kehidupan hendaknya ditinggalkan, tetapi korban-korban suci yang menyucikan kehidupan seseorang dan mengangkat Diri-Nya sampai tingkat rohani hendaknya jangan dihentikan. Segala sesuatu yang membawa seseorang pada kesadaran Krishna harus dikembangkan. Dalam Srimad-Bhagavatam juga dinyatakan bahwa kegiatan apapun yang membawa seseorang sampai bhakti kepada Tuhan hendaknya diterima. Itulah patokan tertinggi kegiatan keagamaan. Seorang penyembah Tuhan hendaknya menerima segala jenis pekerjaan korban suci maupun kedermawanan yang akan menolong Diri-Nya dalam pelaksanaan bhakti kepada Tuhan.