mac-cittahÌ£ sarva-durgÄnÌ£i
mat-prasÄdÄt tarisÌ£yasi
atha cet tvÄm ahaÅ„kÄrÄn
na śroṣyasi vinańkṣyasi
mat—dari-Ku; cittaḥ—menjadi sadar; sarva—semuanya; durgÄnÌ£i—rintangan; mat-prasÄdÄt—atas karunia-Ku; tarisÌ£yasi—engkau akan mengatasi; atha—tetapi;cet—kalau; tvÄm—engkau; ahaÅ„kÄrat—oleh keakuan palsu; na śrosÌ£yasi—tidak mendengar; vinaÅ„ksÌ£yasi—engkau akan hilang.
Orang yang sadar akan Krishna sepenuhnya tidak terlalu cemas tentang pelaksanaan tugas kewajiban kehidupannya. Orang bodoh tidak dapat mengerti kebebasan yang besar dari segala kecemasan seperti itu. Krishna menjadi kawan yang paling dekat bagi orang yang bertindak dalam kesadaran Krishna. Krishna selalu menjaga kesenangan kawan-Nya dan Beliau memberikan Diri-Nya kepada kawan-Nya yang tekun dengan penuh bhakti selama dua puluh empat jam sehari karena menyenangkan hati Tuhan. Karena itu, semestinya seseorang tidak terbawa oleh keakuan palsu paham hidup jasmani. Hendaknya ia janganlah berpikir secara palsu seolah-olah Diri-Nya bebas dari hukum-hukum alam material atau bebas bertindak. Dia sudah di bawah hukum-hukum material yang ketat. Tetapi begitu ia bertindak dalam kesadaran Krishna, ia dibebaskan dari hal-hal material yang membingungkan. Hendaknya seseorang memperhatikan dengan seksama bahwa orang yang tidak giat dalam kesadaran Krishna sedang menyebabkan Diri-Nya hilang dalam pusaran air material, dalam lautan kelahiran dan kematian. Tidak ada roh yang terikat yang sungguh-sungguh mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang harus tidak dilakukan, tetapi orang yang bertindak dalam kesadaran Krishna bebas bertindak karena segala sesuatu didorong oleh Krishna dari dalam hatinya dan dibenarkan oleh guru kerohanian.