dhṛtyā yayā dhārayate
manaḥ-prāṇendriya-kriyāḥ
yogenāvyabhicāriṇyā
dhṛtiḥ sā pārtha sāttvikī
dhṛtyā—dari ketabahan hati; yayā—melalui itu; dhārayate—seseorang memelihara; manaḥ—pikiran; prāṇa—kehidupan; indriya—dan indera; kriyāḥ—kegiatan;yogena—oleh latihan yoga; avyabhicāriṇyā—tanpa terputus; dhṛtiḥ—ketabahan hati; sa—itu; pārtha—wahai putera Pṛthā; sāttvikī—dalam sifat kebaikan.
Yoga berarti mengerti Roh Yang Utama. Orang yang mantap dengan teguh kepada Roh Yang Utama dengan ketabahan hati dan memusatkan pikiran, kehidupan dan kegiatan indera-inderanya kepada Yang Maha kuasa, menekuni kesadaran Krishna. Ketabahan hati seperti itu berada dalam sifat kebaikan. Kata avyabhicarinya bermakna sekali, sebab kata itu menunjukkan bahwa orang yang menekuni kesadaran Krishna tidak pernah disesatkan oleh kegiatan lain manapun.