jñānaḿ karma ca kartā ca
tridhaiva guṇa-bhedataḥ
procyate guṇa-sańkhyāne
yathāvac chṛṇu tāny api
jñānam—pengetahuan; karma—pekerjaan; ca—juga; kartā—pekerja; ca—juga; tridhā—dari tiga jenis; evā—pasti; guṇa-bhedataḥ—menurut berbagai sifat alam material; procyate—dikatakan; guṇa-sańkhyāne—menurut berbagai sifat; yathā-vat—sebagaimana; śṛṇu—dengarlah; tāni—semuanya; api—juga.
Dalam Bab Empat belas, tiga bagian sifat-sifat alam material diuraikan secara panjang lebar. Dalam bab itu dinyatakan bahwa sifat kebaikan menerangkan, sifat nafsu bersifat duniawi, sedangkan sifat kebodohan membawa orang pada sifat malas dan tidak mau melakukan apa-apa. Semua sifat alam material mengikat dan tidak merupakan sumber pembebasan. Dalam sifat kebaikan sekalipun seseorang terikat. Dalam Bab Tujuh belas, berbagai jenis sembahyang yang dilakukan oleh berbagai jenis orang dalam aneka sifat alam material diuraikan. Dalam ayat ini, Krishna menyatakan bahwa Beliau ingin membicarakan berbagai jenis pengetahuan, pekerjaan itu sendiri menurut tiga sifat alam material.