pañcaitāni mahā-bāho
kāraṇāni nibodha me
sāńkhye kṛtānte proktāni
siddhaye sarva-karmaṇām
pañca—lima; etāni—hal ini; mahā-bāho—wahai yang berlengan perkasa; kāraṇāni—menyebabkan; nibodha—mengertilah; me—dari-Ku; sańkhye—dalam Vedanta; kṛta ante—dalam kesimpulan; proktāni—dikatakan; siddhaye—demi kesempurnaan; sarva—semua; karmaṇām—kegiatan.
Kegiatan manapun yang dilakukan haruslah ada reaksinya. Karena itu, boleh ditanyakan bagaimana mungkin orang yang sadar akan Krishna tidak menderita atau menikmati reaksi pekerjaan? Krishna mengutip filsafat Vedanta untuk memperlihatkan bagaimana ini dimungkinkan. Krishna mengatakan bahwa ada lima sebab segala kegiatan, dan demi sukses dalam segala kegiatan, seseorang harus mempertimbangkan lima sebab tersebut. Sāńkhya berarti tangkai segala pengetahuan, dan Vedanta adalah tangkai terakhir pengetahuan yang diakui oleh semua ācārya yang terkemuka. Sankara mengakui Vedanta-sutra seperti itu. Karena itu, sebaiknya orang mencari nasehat dari sumber yang dapat di percaya seperti itu.
Pengendali tertinggi adalah Roh Yang Utama. Sebagaimana dinyatakan dalam Bhagavad-gita, sarvasya caham hṛdi sannivistah. Roh yang utama menjadikan semua orang sibuk dalam kegiatan tertentu dengan memberi peringatan kepadanya mengenai perbuatannya dari dahulu. Perbuatan yang sadar akan Krishna yang dilakukan di bawah perintah Beliau dari dalam tidak menghasilkan reaksi apapun, baik dalam hidup ini maupun dalam kehidupan sesudah meninggal.