na dvesÌ£tÌ£y akuÅ›alamÌ karma
kuÅ›ale nÄnusÌ£ajjate
tyÄgÄ« sattva-samÄvisÌ£tÌ£o
medhÄvÄ« chinna-samÌÅ›ayahÌ£
na—tidak pernah; dvesÌ£tÌ£i—benci; akuÅ›alam—tidak menguntungkan; karma—pekerjaan; kuÅ›ale—yang dalam menguntungkan; na—tidak juga; anusÌ£ajjate—menjadi terikat; tyÄgī—orang yang melepaskan ikatan; sattva—dalam kebaikan; samÄvisÌ£tÌ£aḥ—khusuk; medhÄvī—yang cerdas; chinna—setelah memutuskan;samÌÅ›ayaḥ—segala keragu-raguan.
Orang yang sadar akan Krishna atau orang dalam sifat kebaikan tidak membenci siapapun dan tidak membenci hal-hal yang menyulitkan badannya. Dia melakukan pekerjaan di tempat yang benar dan pada waktu yang benar tanpa takut pada efek yang menyulitkan dari tugas kewajibannya. Orang seperti itu yang mantap dalam kerohanian harus dimengerti sebagai orang yang paling cerdas yang sudah melampaui segala keragu-raguan dalam kegiatannya.