ततà¥à¤•à¥à¤·à¥‡à¤¤à¥à¤°à¤‚ यचà¥à¤š यादृकà¥à¤š यदà¥à¤µà¤¿à¤•ारि यतशà¥à¤š यतॠ।
स च यो यतà¥à¤ªà¥à¤°à¤­à¤¾à¤µà¤¶à¥à¤š ततà¥à¤¸à¤®à¤¾à¤¸à¥‡à¤¨ मे शृणॠ॥४॥

tat ksÌ£etramÌ yac ca yÄdrÌ£k ca

yad-vikÄri yataÅ› ca yat

sa ca yo yat-prabhÄvaÅ› ca

tat samÄsena me Å›rÌ£nÌ£u

tat—itu; ksÌ£etram—lapangan kegiatan; yat—apa; ca—juga; yÄdrÌ£k—menurut kedudukannya yang sebenarnya; ca—juga; yat—mempunyai apa; vikÄri—perubahan; yataḥ—dari mana; ca—juga; yat—apa; saḥ—dia; ca—juga; yaḥ—yang; yat—mempunyai apa; prabhÄvaḥ—pengaruh; ca—juga; tat—itu; samÄsena—sebagai ringkasan; me—dari-Ku; śrÌ£nÌ£u—mengerti.


Sloka

Sekarang dengarlah uraian singkat dari-Ku tentang lapangan kegiatan ini serta bagaimana kedudukan dasar lapangan kegiatan, bagaimana perubahannya, darimana sumbernya, siapa yang mengetahui lapangan kegiatan, dan bagaimana pengaruh-pengaruhnya.

Penjelasan

Krishna sedang menguraikan lapangan kegiatan dan dia yang mengetahui lapangan kegiatan dalam kedudukan dasarnya. Seseorang harus mengetahui bagaimana kedudukan dasar badan ini, bahan-bahan yang merupakan badan ini, siapa yang mengendalikan pekerjaan badan ini, sumber perubahan-perubahan, sebab-sebab, alasan-alasan, bagaimana tujuan tertinggi bagi roh yang individual, dan bagaimana bentuk sejati roh yang individual. Seseorang juga harus mengetahui perbedaan antara roh yang individual dan Roh Yang Utama, berbagai pengaruhnya, kekuatannya yang terpendam dan sebagainya. Seseorang harus mengerti Bhagavad-gita ini secara langsung dari uraian yang diberikan oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan segala hal tersebut akan menjadi jelas. Tetapi orang harus hati-hati agar tidak menganggap Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa di dalam tiap-tiap badan bersatu dengan roh yang individual, yaitu sang jiva. Anggapan tersebut adalah seperti mempersamakan Dia yang memiliki kekuatan dan dia yang tidak memiliki kekuatan.