samamÌ paÅ›yan hi sarvatra
samavasthitam īśvaram
na hinasty ÄtmanÄtmÄnamÌ
tato yÄti parÄmÌ gatim
samÄm—secara merata; paÅ›yan—melihat; hi—pasti; sarvatra—di mana-mana; samavasthitam—terletak secara sama; īśvaram—Roh Yang Utama; na—tidak;hinasti—merosot; ÄtmanÄ—oleh pikiran; ÄtmanÄm—sang roh; tataḥ—kemudian; yÄti—mencapai; param—yang rohani; gatim—tujuan.
Dengan menerima kehidupan materialnya, makhluk hidup ditempatkan dalam kedudukan yang berbeda dari kehidupan rohaninya, tetapi kalau seseorang mengerti bahwa Yang Mahakuasa berada di mana-mana dalam manifestasi-Nya sebagai Paramatma, yaitu kalau seseorang dapat melihat adanya Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa di dalam setiap makhluk hidup, ia tidak menyebabkan Diri-Nya merosot melalui sikap mental yang membinasakan. Karena itu, berangsur-angsur ia maju menuju dunia rohani. Pada umumnya pikiran ketagihan proses-proses kepuasan indera-indera; tetapi apabila pikiran beralih kepada Roh Yang Utama, seseorang maju dalam pengertian rohani.