jyotisÌ£Äm api taj jyotis
tamasaḥ param ucyate
jñÄnamÌ jñeyamÌ jñÄna-gamyamÌ
hṛdi sarvasya viṣṭhitam
jyotisÌ£Äm—dalam segala benda yang bercahaya; api—juga; tat—itu; jyotiḥ—sumber cahaya; tamasaḥ—kegelapan; param—di luar; ucyate—dikatakan; jñÄnam—pengetahuan; jñeyam—untuk diketahui; jñÄna-gamyam—untuk didekati oleh pengetahuan; hrÌ£di—di dalam hati; sarvasya—dari semua orang; visÌ£tÌ£hitam—mantap.
Roh Yang Utama, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, adalah sumber cahaya dalam semua benda yang bercahaya seperti matahari, bulan dan bintangbintang. Dalam kesusasteraan Veda, kita membaca bahwa di kerajaan rohani, matahari dan bulan tidak diperlukan, sebab ada cahaya dari Tuhan Yang Maha Esa di sana. Di dunia material, brahmajyoti, cahaya rohani Tuhan, ditutupi oleh mahat-tattva, yaitu unsur-unsur material. Karena itu, di dunia material ini kita memerlukan bantuan dari matahari, bulan, listrik, dan sebagainya sebagai sumber cahaya. Tetapi di dunia rohani, matahari, bulan, dan sumber cahaya lainnya tidak diperlukan. Dinyatakan dengan jelas dalam kesusasteraan Veda bahwa segala sesuatu diterangi karena cahaya yang berseri dari Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, jelas bahwa kedudukan Tuhan Yang Maha Esa bukan di dunia material. Beliau berada di dunia rohani, jauh sekali dari sini di angkasa rohani. Kenyataan itu juga dibenarkan dalam kesusasteraan Veda. Ādityavarnam tamasaḥ parastāt (svetasvatara Upanisad 3.8). Beliau persis seperti matahari, yang bercahaya untuk selamanya, tetapi Beliau jauh di luar kegelapan dunia material ini.
Pengetahuan Tuhan Yang Maha Esa bersifat rohani. Dalam kesusasteraan Veda dibenarkan bahwa Brahman adalah pengetahuan rohani yang terpadu. Tuhan Yang Maha Esa, yang bersemayam di dalam hati semua orang, memberikan pengetahuan kepada orang yang ingin dipindahkan ke dunia rohani itu. Salah satu mantra Veda (svetasvatara Upanisad 6.18) berbunyi, tam ha devam atmabuddhiprakasam mumuksur vai śaraṇam aham prapadye. Seseorang harus menyerahkan diri kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa kalau ia sungguh-sungguh ingin mencapai pembebasan. Mengenai tujuan pengetahuan tertinggi, juga dibenarkan dalam kesusasteraan Veda: tam eva viditvāti mṛtyum eti. Seseorang hanya dapat melampaui batas kelahiran dan kematian dengan cara mengenal Beliau." (svetasvatara Upanisad 3.8)
Beliau bersemayam di dalam hati semua orang sebagai Kepribadian yang mengendalikan segala sesuatu. Lengan dan kaki Yang Mahakuasa tersebar di mana-mana, sedangkan roh yang individual tidak seperti itu. Karena itu, harus diakui bahwa ada dua kepribadian yang mengenal lapangan kegiatan—yakni roh yang individual dan Roh Yang Utama. Tangan dan kaki seseorang berada di satu tempat, tetapi tangan dan kaki Krishna tersebar ke mana-mana. Ini dibenarkan dalam svetasvatara Upanisad (3.17): sarvasya prabhum isanam sarvasya śaraṇam brhat. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Roh Yang Utama, adalah prabhu, atau Penguasa semua makhluk hidup; karena itu Beliau adalah Pelindung tertinggi semua makhluk hidup. Kenyataan bahwa Roh Yang Utama Yang Mahakuasa dan roh yang individu selalu berbeda tidak dapat ditolak.