ye tu sarvÄnÌ£i karmanÌ£i
mayi sannyasya mat-parÄhÌ£
ananyenaiva yogena
mÄmÌ dhyÄyanta upÄsate
tesÌ£Äm ahamÌ samuddhartÄ
mrÌ£tyu-samÌsÄra-sÄgarÄt
bhavÄmi na cirÄt pÄrtha
mayy ÄveÅ›ita-cetasÄm
ye—orang yang; tu—tetapi; sarvÄni—semua; karmanÌ£i—kegiatan; mayi—kepada-Ku; sannyasya—meninggalkan; mat-paraḥ—terikat kepada-Ku; ananyena—tanpa pembagian; evÄ—pasti; yogena—oleh latihan bhakti-yoga seperti itu; mÄm—kepada-Ku; dhyÄyantaḥ—bersemadi; upÄsate—sembah yang; tesÌ£Äm—bagi mereka; aham—Aku; samuddhartÄ—yang menyelamatkan; mrÌ£tyu—dari kematian; samÌsÄra—dalam kehidupan material; sÄgarÄt—dari lautan; bhavÄmi—Aku menjadi; na—tidak; cirÄt—sesudah lama; pÄrtha—wahai putera PrÌ£thÄ; mayi—kepada-Ku; ÄveÅ›ita—mantap; cetasÄm—mengenai orang yang pikirannya.
Dinyatakan dengan jelas di sini bahwa para penyembah beruntung sekali karena mereka diselamatkan dari kehidupan material oleh Tuhan dalam waktu yang singkat sekali. Dalam bhakti yang murni, seseorang menginsafi bahwa Tuhan adalah Yang Mahabesar dan bahwa roh yang individual selalu takluk kepada Tuhan. Kewajibannya ialah mengabdikan diri kepada Tuhan—dan kalau dia tidak mengabdikan diri kepada Tuhan, dia akan mengabdikan diri kepada mayā.
Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, Tuhan Yang Maha Esa hanya dapat dimengerti melalui bhakti. Karena itu, sebaiknya seseorang berbhakti sepenuhnya. Sebaiknya ia memusatkan pikirannya sepenuhnya kepada Krishna. Hendaknya seseorang hanya bekerja demi Krishna. Jenis pekerjaan yang ditekuni seseorang tidak menjadi soal, tetapi pekerjaan itu sebaiknya dilakukan hanya demi Krishna. Itulah standar bhakti. Seorang penyembah tidak bercita-cita mencapai sesuatu pun selain memuaskan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Maksud dan tujuan hidupnya ialah untuk menyenangkan hati Krishna, dan dia dapat mengorbankan segala sesuatu untuk memuaskan Krishna, seperti yang dilakukan oleh Arjuna dalam perang Kuruksetra. Proses tersebut sederhana sekali: Seseorang dapat menekuni pencahariannya dan pada waktu yang sama tekun mengucapkan mantra Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare/ Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare. Mengucapkan mantra rohani seperti itu menyebabkan seorang penyembah tertarik kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.
Di sini Tuhan Yang Maha Esa berjanji bahwa Beliau akan segera menyelamatkan seorang penyembah murni yang tekun seperti itu dari lautan kehidupan material. Orang yang sudah maju dalam latihan yoga secara sengaja dapat memindahkan sang roh ke planet manapun yang diinginkannya melalui proses yoga, dan orang lain mengambil kesempatan dengan berbagai cara. Tetapi dinyatakan dengan jelas di sini bahwa Tuhan Sendiri membawa seorang penyembah. Seorang penyembah tidak perlu menunggu sampai dia berpengalaman sekali untuk memindahkan Diri-Nya ke angkasa rohani.
Dalam Varaha Purana, ayat berikut berbunyi:
nayāmi paramaḿ sthānam
arcir-ādi-gatiḿ vinā
garuḍa-skandham āropya
yatheccham anivāritaḥ
Penjelasan ayat ini ialah bahwa seorang penyembah tidak perlu berlatih astanga-yoga untuk memindahkan rohnya ke planet-planet rohani. Tanggung jawab untuk itu dipikul oleh Tuhan Yang Maha Esa Sendiri. Krishna menyatakan di sini bahwa Krishna Sendiri yang menyelamatkan seorang penyembah.
Seorang anak dipelihara sepenuhnya oleh orang tuanya. Karena itu, kedudukan si anak aman. Begitu pula, seorang penyembah tidak perlu berusaha memindahkan Diri-Nya ke planet lain melalui latihan yoga. Melainkan, Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya yang besar, segera datang dengan menaiki burung Garuda, dan segera menyelamatkan penyembah-Nya dari kehidupan material. Jika seseorang jatuh ke dalam lautan walaupun ia berjuang dengan keras sekali dan mungkin pandai berenang, dia tidak sanggup menyelamatkan diri. Tetapi kalau orang lain datang dan mengangkat orang itu dari lautan, ia diselamatkan dengan mudah sekali. Begitu pula, Tuhan Yang Maha Esa mengangkat seorang penyembah dari kehidupan material ini. Seseorang hanya perlu berlatih proses kesadaran Krishna yang mudah dan menekuni bhakti sepenuhnya. Semua orang cerdas sebaiknya selalu lebih suka proses bhakti daripada jalan lainnya. Dalam Narayaniya, kenyataan ini dibenarkan sebagai berikut:
yā vai sādhana-sampattiḥ
puruṣārtha-catuṣṭaye
tayā vinā tad āpnoti
naro nārāyaṇāśrayaḥ
Penjelasan ayat ini adalah bahwa hendaknya seseorang janganlah menekuni berbagai proses kegiatan untuk membuahkan hasil atau mengembangkan pengetahuan melalui proses angan-angan. Orang yang berbhakti kepada Kepribadian Yang Paling Utama dapat memperoleh segala manfaat yang diperoleh dari proses-proses yoga, angan-angan, ritual, korban suci, kedermawanan, dan sebagainya. Itulah berkat bhakti yang istimewa.
Hanya dengan mengucapkan nama suci Krishna—Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare/ Hare Rāma, Hare Rāma, Rāma Rāma, Hare Hare—seorang penyembah Krishna dapat mendekati tujuan yang paling utama dengan mudah dan bahagia, tetapi tujuan itu tidak dapat didekati oleh proses-proses rohani lainnya.
Kesimpulan Bhagavad-gita dinyatakan dalam Bab Delapan belas:
sarva-dharmān parityajya
mām ekaḿ śaraṇaḿ vrājā
ahaḿ tvāḿ sarva-pāpebhyo
mokṣayiṣyāmi mā śucaḥ
[Bg. 18.66]
Sebaiknya seseorang meninggalkan segala proses keinsafan diri lainnya dan hanya melaksanakan bhakti dalam kesadaran Krishna. Itu akan memungkinkan ia mencapai kesempurnaan hidup tertinggi. Ia tidak perlu mempertimbangkan perbuatan yang berdosa dari penjelmaan yang lalu, sebab Tuhan Yang Maha Esa mengurus orang itu sepenuhnya. Karena itu, hendaknya seseorang jangan berusaha secara sia-sia untuk menyelamatkan Diri-Nya dalam keinsafan rohani. Sebaiknya semua orang berlindung kepada Tuhan Yang Mahaperkasa, Krishna. Itulah kesempurnaan hidup tertinggi.